Bagaimana Ciri Semen Berkualitas?

Bagaimana Ciri Semen Berkualitas? – Semen merupakan material bangunan yang digunakan untuk merekatkan batu bata, batako, maupun bahan lainnya. Lalu, mengertikah anda bagaimana ciri semen yang berkualitas? Nah, berikut akan kami bahas. Mari disimak.

  1. Berwarna abu-abu tua dan muda

Bila warna semen terlalu gelap (agak hitam) atau terlalu terang (agak putih) kemungkinan aditif yang digunakan terlalu banyak sehingga dapat menurunkan kekuatan semen.

  1. Tidak mudah menggumpal

Pekerat bahan bangunan semen yang baik secara fisik/kasat mata, tidak menggumpal. Semen yang telah lama disimpan bisa membentuk gumpalan yang akan hancur jika diremas dan lama-kelamaan mengeras (grit). Jika Anda melihat fisik semen seperti ini, ayak lah semen agar terpisah dengan bagian yang menggumpal, bagian yang tidak menggumpal dapat digunakan dalam campuran, sedangkan yang menggumpal jangan dipakai karena sudah bereaksi dengan uap air/kelembaban dan hanya akan menjadi bagian yang lemah pada plesteran/beton/acian.

  1. Waktu mengeras

Terdapat dua waktu yang diukur dalam campuran material bahan bangunan semen, yaitu waktu ikat awal (setting time) dan waktu ikat akhir (final setting). Waktu ikat awal adalah waktu yang dibutuhkan sejak semen bercampur dengan air dari kondisi plastis menjadi tidak plastis, dimana waktu yang dibutuhkan selama proses ini ± 45 menit. Waktu ikat akhir adalah waktu yang dibutuhkan sejak semen bercampur dengan air dari kondisi plastis menjadi keras. Ukuran standar adukan semen untuk menjadi kering antara 6-7 jam.

  1. Adukan lebih rapat dan rekat

Apabila adukan yang dihasilkan dari semen yang bercampur dengan pasir dan batu split tersebut terasa kental dan rapat, kemudian daya lekat yang baik antara pasta semen dengan agregat menghasilkan campuran bahan bangunan yang padat dan terbaik. Campuran yang padat menghasilkan bahan bangunan beton/plester/acian yang berkualitas.

  1. Kemasan tertutup

Kualitas pekerat bahan bangunan semen akan terjaga jika kemasannya juga terjaga, dalam artian tertutup rapat, tidak basah, dan tidak terdapat bekas tambalan. Sebelum membeli, cek kertas pembungkus semen masih tersegel rapat atau tidak.

  1. Berlogo SNI

Sebelum memilih pekerat bahan bangunan semen, pastikan terlebih dahulu sertifikat yang telah diraih oleh merek tersebut. Bisa berupa logo SNI atau yang telah bersertifikasi internasional.

  1. Penyimpanan yang baik

Untuk menjaga kualitas semen tetap baik sebaiknya simpan semen jangan bersentuhan langsung dengan lantai atau ubin agar tidak cepat mengeras, Anda dapat memberikan alas permukaan semen dengan kayu, plastik, atau batu bata. Jauhkan semen dari air dan ruangan yang lembap serta hindari menyimpan semen yang terlalu lama, misalnya lebih dari 3 bulan.

WhatsApp chat