BERAGAM TIPE BASEMENT BANGUNAN

Jasa Arsitek – Basement bangunan memiliki tipe yang beragam, setiap tipe pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jika ingin membangun basemment untuk rumah anda sebaiknya kenali dahulu beragam tipenya. Mengapa? Agar anda tidak menyesal nantinya dan basement akan sesuai fungsi dan kebutuhan. Sehingga basement rumah anda akan usefull.

Jika anda masih bingung apa saja tipe basement, disini kita akan membahas beragan tipe basement bangunan.

Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)

Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)
Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)

Sistem struktur anti air yang dipilih harus dapat mengatasi tekanan hidrostatik dari air bawah tanah, bersama dengan lapisan yang ada sesuai dengan beban yang ditumpu. Struktur tembok dapat menggunakan pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos ataupun batuan keras dengan sistem struktural kedap air digabungkan secara eksternal selama konstruksi. Atau dapat diterapkan secara internal pada basement yang telah selesai dibangun.

Tipe B – Perlindungan integral terstruktrur (structurally integral protection)

Struktur membutuhkan pembangunan struktur itu sendiri untuk dibangun sebagai kulit integral tahan air. Pembangunan beton yang dikuatkan atau pratekan yang tanpa alternatif lain, struktur basement haruslah  dirancang  dengan  parameter  yang  pasti  dan  ketat  untuk  memastikan  ketahanan  airnya.

Tipe B – Perlindungan integral terstruktrur (structurally integral protection)

Kebanyakan rancangan harus dibangun sesuai dengan rekomendasi BS 8007 atau BS 8110, yang memberikan petunjuk kwalitas beton dan jarak antar tulangan. Tanpa adanya tambahan membran yang terpisah, bentuk konstruksi ini bisa dikatakan tidak sama tahannya terhadap air atau penguapannya.

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)

Struktur menggabungkan rongga alir di antara struktur basement. Ketergantungan permanen dari pada rongga ini untuk mengumpulkan air tanah sepanjang palung rembesan struktur dan langsung meneruskan air tersebut ke pembuangan air dari drainase atau dengan pemompaan.

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)

Struktur tembok dapat menggunakan pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos  ataupun  batuan  keras.  Tembok  basement  bagian  luar  harus  memiliki  ketahanan  yang  cukup terhadap air untuk memastikan rongga air yang ada hanya mendapatkan limpahan air yang terkontrol. Jika tidak, sistem rongga ini tidak dapat mengatasi air bah melewati batas limpahan air terutama selama kondisi badai/banjir.

Nah, tadi beberapa kita sudah membahas beragam tipe basement. Semoga bermanfaat . . .
WhatsApp chat