Cara membuat Taman Vertikal

Cara membuat Taman Vertikal – Taman vertikal merupakan sebuah solusi ketika memiliki keterbatasan lahan namun ingin membuat taman. Jika kamu berencana membuatnya, cara berikut ini bisa kamu jadikan panduan dan semoga dapat membantu mu. Selamat menyimak!

 

  1. Pilih Area Dinding yang Akan Digunakan

Menurut seorang pendiri The Vertical Garden Institute, Philip Yates, langkah pertama adalah menentukan area dinding yang tepat. Menurutnya, dinding yang baik untuk lahan taman vertikal adalah dinding yang kondisinya sudah tidak baik.

Maksudnya, apabila ada dinding di sekitar rumahmu yang kondisinya sudah berlapuk atau rusak karena lembap, maka area tersebut bisa jadi tempat yang tepat.

Namun, jika tidak ada, kualitas dinding jenis apapun sebetulnya bisa digunakan, kok.

  1. Bentuk Rangkanya Sesuai Kebutuhan

Bentuk utama sebuah taman vertikal adalah tiga tiga lapis tumpuan yang terbuat dari rangka, plastik pelapis, dan kain alas.

Agar lebih mudah membongkarnya, kamu bisa memasang rangka taman vertikal dengan cara menggantungnya. Soal ukurannya tak terlalu dipermasalahkan karena kamu bisa membuatnya sesuai kebutuhan.

  1. Lapisi Bingkai dengan Plastik Pelindung

Cara membuat taman vertikal selanjutnya adalah menyiapkan plastik pelapis berukuran sama dengan rangka.

Plastik ini berfungsi untuk melapisi kain alas dan melindungi dinding dari rembesan air taman vertikal. Pertimbangkanlah kualitas plastik yang baik dan tidak mudah sobek agar awet untuk jangka waktu yang lama.

  1. Pasang Kain untuk Media Tanam

Untuk cara membuat taman vertikal yang keempat pasanglah kain bekas untuk media tanam pada taman vertikalmu. Kain ini digunakan sebagai alas tempat tanamanmu tumbuh dan juga berfungsi sebagai penahan air bagi tanamanmu. Jika ingin mengikuti cara Philip Yates, kamu bisa menggunakan bahan karpet bekas untuk kain alas ini.

  1. Kelola Sistem Irigasinya dengan Baik

Agar tanaman dapat bertahan hidup, mereka tentu membutuhkan pasokan air yang cukup. Itulah kenapa kamu perlu memasang sistem irigasi yang baik.

Sistem irigasi yang baik berarti sistem itu memiliki pengairan yang baik yang dapat membuat tanaman tetap lembap. Cobalah gunakan pipa PVC atau paralon yang memiliki daya rekat kuat untuk sistem irigasi taman vertikalmu. Agar lebih kuat, kamu bisa merekatkan pipa PVC atau paralon dengan partisi besi ke dinding rumahmu.

  1. Sambungkan Pupuk Ke Sumbernya

Agar tanaman di taman vertikalmu tumbuh subur, jangan lupa juga kebutuhan pupuknya ya! Saat ini banyak tersedia jenis pupuk cair yang cocok untuk jenis tanaman seperti yang ada pada taman vertikal.

Kamu bisa mengatur sistem pupuk taman vertikalmu dengan cara menghubungkannya dengan sumber airnya. Dengan cara ini, kamu tidak perlu lagi repot-repot memupuki tanamanmu secara manual.

  1. Tentukan Jenis Tanaman yang Akan Ditanam

Setelah semua perbekalan dan persiapan selesai, saatnya pilih jenis tanaman yang kamu mau! Memilih tanaman untuk taman vertikal berarti harus mempertimbangkan cahaya matahari, kelembapan, angin, dan juga suhunya.

Apalagi tanaman di taman seperti ini pasti akan ditinggalkan di luar ruangan di sebagian besar waktu. Tentu harus memilih jenis tanamannya sebaik mungkin ya!

  1. Langsung Tanam Tanamanmu!

Menanam tanaman di taman vertikal tidak sesulit menanam di kebun konvensional, lho! Kamu tinggal memotong kain alas taman vertikalmu dengan goresan vertikal untuk menciptakan lubang tanaman.

Setelah itu, masukan tanah secukupnya ke dalam lubang goresan tadi. Lalu, tinggal tanam deh!

  1. Tentukan Desain Tanaman

Menurut Philip Yates, yang paling menarik dari taman vertikal adalah proses mendesain tanamannya. Seperti yang kamu ketahui, gaya menanam ini menawarkan banyak kemungkinan yang bisa kamu eksplorasi.

Kamu bisa mengatur desain tamanmu dari ukuran taman vertikalnya ataupun dari jenis tanaman yang ditanam. Misalnya, tanaman yang tumbuh dengan ukuran tinggi ditanam di bagian paling atas sehingga dapat menimbulkan kesan sebuah atap.

Maksimalkan kreasimu, maksimalkan taman vertikalmu!

WhatsApp chat