Cara Merawat Septic Tank

Cara Merawat Septic Tank – Setiap rumah pasti memiliki septic tank, tempat pembuangan limbah kotoran yang berasal dari rumah. Pembuatan septic tank harus di perhatikan, agar limbah kotoran tidak tersalur ke sungai dan mencemari sumber air yang akan menyebabkan berbagai macam penyakit. Maka dari itu, anda harus rutin merawat septic tank. Lalu bagiman caranya? Simak saja artikel berikut ini.

Cara Kerja Septic Tank

Secara umum, septic tank merupakan wadah pengolahan limbah cair atau blackwater yang berasal dari kloset hunian. Memiliki fungsi lebih dari sekadar tempat penampung air limbah, konstuksi septic tank perlu diperhatikan karena nantinya limbah akan diresapkan ke dalam tanah atau disalurkan pada tempat pengolahan skala besar.

Konstruksi septic tank umumnya dilengkapi sekat dinding bata dengan penutup beton dan penutup kontrol pada bagian atasnya, serta pipa T untuk memaksimalkan udara supaya dapat masuk ke dalam septic tank. Adapun, udara atau oksigen yang masuk memiliki fungsi untuk menyuburkan bakteri untuk memusnahkan kotoran di dalam wadah pengolahan.

Idealnya, konstruksi septic tank menyesuaikan ketinggian air tanah dan disesuaikan menurut jenis tanah di hunian. Selain itu, perhatikan jarak dengan sumber air bersih yang setidaknya melebihi 10 meter agar tidak terjadi infiltrasi limbah dan hanya digunakan untuk melayani maksimal 5 rumah supaya proses pengolahan limbah cair lebih optimal.

Merawat Septic Tank

Perhatikan Sumur Resapan Septic Tank

Salah satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah sumur resapan. Setelah kotoran dihancurkan di dalam septic tank, limbah cair akan mengalir ke sumur resapan yang jaraknya berdekatan. Idealnya, pembuatan sumur resapan disesuaikan menurut jumlah septic tank yang tersedia.

Dalam pembuatannya, sumur resapan terdiri dari berbagai macam elemen seperti ijuk, kerikil, pasir hingga batu karang berongga. Selain itu, terdapat pula pipa limbah berukuran 2 ½ inci untuk memudahkan penyebaran air limbah mengalir.

Lalu di antara saluran tersebut, terdapat bak kontrol yang difungsikan untuk memantau saluran limbah saat terjadi genangan atau hambatan dan dibuat menggunakan beton dengan besi pegangan untuk memudahkan pembukaan.

Perhatikan Jenis Pembuangan Limbah

Septic tank hanya dapat mengolah limbah berupa feses sehingga tidak disarankan untuk membuang air bekas mandi atau cucian. Selain itu, hindari pembuangan bahan-bahan kimia seperti cairan pembersih lantai atau pemutih baju supaya proses pengolahan limbah tidak terhambat ataupun membuang benda lain selain feses ke dalam toilet seperti pembalut atau tissue karena akan menghambat saluran.

Perhatikan Pengurasan Tangki Septic Tank

Disarankan, anda melakukan pengurasan tangki septic tank setiap tiga tahun sekali. Namun, lakukan pengurasan dengan meminta bantuan ahli yang memiliki alat kuras khusus karena lumpur feses hasil pengolahan masih berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Dilarang Membuang Lumpur Septic Tank Ke Sungai!

Dalam pembuatan septic tank, hindari menyalurkan lumpur melalui sungai atau tempat terbuka karena dapat mengontaminasi lingkungan. Lumpur limbah harus dibuang ke tempat yang sudah direncanakan, misalnya Instalasi Pengolah Lumpur Tinja (IPLT) yang berada di kawasan tempat tinggal anda.

 

WhatsApp chat