Ciri-ciri Arsitektur Rumah Tradisional Indonesia

Arsitek Malang – Indonesia adalah negara terbesar didunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau tebentang luas disekitar garis khatulistiwa. Maka, Indonesia kaya akan berbagai macam suku dan budaya. Salah satu budaya yang tak asing kita dengar yaitu rumah tradisionalnya.

Ada berbagai macam bentuk rumah tradisional di Indonesia menurut daerahnya dan pasti memiliki ciri khas tersendiri. Namun gaya arsitekurnya ternyata memiliki beberapa kemiripan, berikut kita berikan ulasannya:

 

  1. Berfondasi tiang kayu

Jika Anda suka bertraveling mengunjungi perkampungan lokal yang tersebar di Indonesia, seperti perkampungan Baduy dan perkampungan Batak Karo, tentu Anda akan kerap menjumpai hunian berbentuk rumah panggung. Rumah tradisional Indonesia biasa menjadikan tiang kayu sebagai pondasi utamanya. Terdapat kearifan lokal dibalik desain rumah panggung. Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia punya potensi mengalami banjir ketika musim hujan datang dan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa rumah panggung banyak ditemui di berbagai perkampungan adat di nusantara. Celah pada lantai rumah panggung pun difungsikan sebagai “ventilasi” ketika cuaca panas. Jika Anda yang tinggal di daerah perkotaan, apakah bisa mewujudkan rumah panggung? Tentu bisa. Jika hunian Anda memiliki halaman yang cukup luas, inspirasi rumah panggung bisa Anda terapkan saat membangun gazebo, meski tak perlu setinggi rumah adat Indonesia.

  1. Atap yang memanjang

Ciri rumah tradisional Indonesia berikutnya adalah memiliki bubungan atau puncak atap yang memanjang, seperti rumah suku Batak Karo, Minangkabau, dan rumah bangsawan suku Toraja. Dalam arsitektur rumah tradisional Indonesia, atap yang memanjang sering ditemukan sebagai unsur utama hunian. Atap yang memanjang artinya atap utama rumah cenderung “panjang” menjauhi dinding bangunan. Untuk hunian modern, Anda bisa mengaplikasikan atap  arsitektur rumah tradisional Indonesia dengan teritisan yang “memanjangkan” atap menggunakan atap tambahan sehingga atap tampak bertingkat. Fungsinya untuk membatasi paparan sinar matahari sekaligus menahan tampias hujan yang disertai angin pada bangunan, sesuai untuk rumah di negara beriklim tropis.

  1. Material alam sebagai bahan bangunan

Material bangunan rumah adat tradisional nusantara hampir seluruhnya berasal dari alam, di antaranya kayu, bambu, ijuk, serta bermacam dedaunan dan serat tanaman. Bahan-bahan tersebut digunakan pada bangunan dengan teknik pengolahan dan pembangunan yang kaya tradisi dan kearifan lokal. Misalnya, hanya menggunakan paku atau teknik ikat untuk menyatukan aneka material bangunan yang ada. Anda masih bisa menerapkan material bangunan dari alam untuk hunian masa kini Anda. Contohnya, Anda bisa menjadikan pintu kayu ukir atau gebyok khas Jawa sebagai pintu utama hunian. Anda juga bisa membangun bale bengong atau gazebo beratap alang-alang khas Bali, atau memanfaatkan rak dan meja tamu berbahan kayu jati serta kursi berbahan rotan sebagai furnitur klasik di ruang tamu.

JASA ARSITEK MALANG – KONTRAKTOR JOGJA | JASA BANGUN RUMAH JOGJA | KONTRAKTOR JOGJA | JASA ARSITEK JOGJA | KONTRAKTOR DI JOGJA | JASA GAMBAR 3D JOGJA | JASA DESAIN RUMAH JOGJA | BANGUN RUMAH JOGJA merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di Telp : (0274) 501 7127 | WA : 0878 3475 4624

WhatsApp chat