Ciri Khas Desain Mediterania

Ciri Khas Desain Mediterania – Gaya arsitektur mediterania memang salah satu desain yang cukup populer. Tak heran jika banyak orang yang mengaplikasikan desain ini. Namun, apa ciri khas desain ini sehingga banyak di gemari? Simak yuk!

 

Ciri & Karakter Arsitektur Mediterania

  1. Keberadaan Portico dan juga Balkon

Pada rumah-rumah Mediterania, hampir tidak mungkin tidak ditemui Portico dan juga Balkon. Portico sendiri merupakan serambi bangunan yang banyak mengaplikasikan elemen dekoratif khas Arsitektur Mediterania seperti dua tiang di pintu masuk dan juga ukiran sederhana sebagai mahkota tiang.

Sedangkan, untuk rumah-rumah mediterania yang berukuran besar dengan sistem sayap bangunan, biasanya akan terdapat balkon yang menjadi penghubung sayap bangunan dan balkon ini bersifat terbuka.

  1. Kolom dan Pilar Bangunan yang Menonjol

Tak hanya pada portico, keberadaan tiang dan pilar pada bangunan mediterania juga sangatlah umum. Tidak disembungikan, kolom-kolom pada arsitektur mediterania justru menjadi bagian dari wajah bangunan dan ciri khas dari langgam ini.

Namun, hal ini justru menjadi daya tarik dari arsitektur mediterania karena dianggap memberikan kesan elegan, kokoh, dan juga kemewahan.

  1. Teras atau Selasar

Pada rumah-rumah dengan gaya Mediterania yang klasik dan asli, biasanya bangunan rumah akan dilengkapi teras atau selasar pada belakang rumah atau tengah-tengah bangunan yang dilengkapi juga dengan air mancur.

Keberadaan selasar dengan air mancur ini hadir karena pengaruh bangsa Moor yang saat itu menguasai Spanyol (salah satu asal arsitektur mediterania) dan berfungsi untuk mengatur agar suhu di rumah tetap nyaman.

  1. Struktur Atap

Untuk struktur atap sendiri, gaya Mediterania cukup fleksibel. Bentuk atap dari rumah Mediterania bisa miring, datar, hingga bentuk atap pelana. Banyak juga rumah mediterania yang menggunakan tambahan tritisan.

  1. Material Dinding

Pada arsitektur Mediterania, struktur dinding bangunan dibuat dari tanah liat yang dibakar kemudian mampu diperbaharui menggunakan cat kapur. Namun, saat gaya arsitektur mediterania berkembang di Amerika, penggunaan batu alam mulai menggeser penggunaan material dinding tanah liat bakar. Batu alam ini juga biasanya tidak di-finishing dan tampil polos dengan tekstur kasar.

  1. Pengaplikasian Warna-Warna dan Material Alam

Dalam pengaplikasian warna pada Arsitektur mediterania, warna-warna alam dari lingkungan sekitar merupakan pengaruh terbesar. Misalkan pada daerah Yunani yang berbatasan dengan laut, warna putih, biru, dan hijau, sebagai komposisi warna daerah pantai lebih sering ditemui.

Pada gaya arsitektur mediterania spanyol yang banyak kawasan gurun, warna kemerahan seperti bata dan kekuningan dan krem lebih banyak digunakan.

Selain itu, pemilihan warna pada masyarakat ] kalangan atas dan kalangan bawah juga berbeda. Rumah Mediterania kalangan atas biasanya mengaplikasikan warna-warna pastel, sedangkan rumah mediterania kalangan bawah biasanya lebih berani bermain dengan komposisi warna cerah.

  1. Jendela dan Pintu

Elemen jendela dan pintu pada rumah-rumah dengan gaya arsitektur mediterania umumnya berukuran kecil dengan bentuk persegi atau persegi panjang yang dilengkapi ornamen lengkung pada bagian atasnya.

Bingkai atau kusen dari pintu dan jendela pada arsitektur mediterania sendiri umumnya terbuat dari material kayu ataupun besi tempa.

Tipe & Jenis Arsitektur Mediterania Bedasarkan Daerah Perkembangannya

Gaya arsitektur Mediterania yang berkembang di daerah Eropa kala itu banyak mendapat pengaruh-pengaruh berbeda dari berbagai bangsa yang kala itu menguasai daratan Eropa serta kondisi geografis yang berbeda-beda. Hal ini membuat Gaya Mediterania memiliki beberapa jenis berdasarkan daerah berkembangnya.

Arsitektur Mediterania ala Yunani

Untuk arsitektur mediterania ala Yunani, warna-warna dengan aksen kebiru-biruan seperti turquoise dan kobalt akan lebih sering ditemui mengingat kondisi geografis yang banyak berada di pantai.  Soal perabot, gaya arsitektur Mediterania ala Yunani lebih modern dan sederhana.

Arsitektur Mediterania ala Italia

Pada aristektur mediterania ala Italia, warna-warna khas Bumi (tanah) lebih mendominasi. Warna-warna seperti jingga, merah bata, dan kuning lebih sering ditemui berpasangan dengan material kayu, batu kasar, dan dinding kecokelatan.

Untuk perabot, arsitektur mediterania ala Italia sekilas menyerupai gaya desain Tuscan dimana dekorasi riang dengan elemen dekoratif yang detail sangat menonjol dan menjadi estetika khas dari gaya mediterania satu ini.

Elemen kayu juga menjadi material lantai yang umum digunakan pada arsitektur mediterania ala Italia.

Arsitektur Mediterania ala Spanyol

Dibandingkan dengan kedua gaya arsitektur mediterania sebelumnya, arsitektur Mediterania yang berkembang di daratan Spanyol cenderung lebih berani dengan warna-warna lebih cerah dan juga pengaplikasian dekorasi mural dan mosaic. Dekorasi-dekorasi yang lebih beragam dan elemen dekoratif yang lebih detail juga sering melengkapi perabot dan interior dari rumah bergaya mediterania ala Spanyol. Untuk lantai, penggunaan ubin terakota jadi pilihan umum arsitektur mediterania ala Spanyol.

WhatsApp chat