Ciri Rumah Tradisional

Ciri Rumah Tradisional – Hangat, tenang dan teratur merupakan karakter yang dimiliki konsep interior satu ini. Kemudian dilengkapi dengan perabotan jadul yang terkesan klasik. Konsep interior ini juga cocok jika dipadukan dengan konsep interior lainnya, contohnya seperti modern dan rustic. Namun, untuk menerapkannya maka Anda perlu mempelajari karakter desain interior untuk rumah bergaya tradisional, simak penjelasannya berikut ini, yuk!

  • Suasana homey

Nyaman dan homey adalah suasana yang identik dengan rumah tradisional. Orang merasa kembali pada ‘akar’nya. Sesuatu yang mungkin telah lama mereka tinggalkan karena kesibukan dan keruwetan hidup. Jika Anda pernah ke Jogja dan masuk ke rumah-rumah Joglo di sana, Anda akan merasakan hal ini. Begitu pula ketika Anda ke Rumah Betang di Kalimantan atau Rumah Adat Mbaru Niang di Wae Rebo, NTT.

  • Pola bunga

Interior rumah bergaya tradisional kerap menggunakan pola bunga. Tidak hanya pada dinding, tapi juga pada ukiran, kolom, pintu, jendela, dan elemen rumah lainnya. Ini karena bunga atau tetumbuhan memang melekat dengan kehidupan tradisional ala pedesaan. Jika Anda ingin menghadirkan cita rasa tradisional dalam interior rumah, Anda bisa mengakali dengan, misalnya: memasang cermin dengan pigura ulir bebungaan atau wallpaper dengan corak bunga.

  • Bersahaja

Kesahajaan, ketidakmulukan, dan kesederhanaan adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari gaya tradisional. Pada interior rumah, kesahajaan ini diaplikasikan melalui penggunaan warna yang tidak mencolok. Warna-warna netral yang dekat dengan alam, seperti cokelat, kerap dipakai. Warna tanah, kayu, pepohonan, dan tumbuhan pun dipilih untuk memperkuat kesan kesahajaan tersebut.

  • Serba sepasang

Ragam furnitur dalam interior rumah bergaya tradisional kerap dihadirkan berpasangan. Misalnya, kursi, pintu, dan jendela. Keberpasangan ini mencerminkan nilai konvensional, mencirikan pasangan hidup, dan kelanggengan.

  • Halus dan lengkung

Tidak seperti gaya kontemporer yang cenderung tampak langsing dan ‘tajam’, gaya tradisional cenderung mengadopsi sesuatu yang halus dan lengkung. Bila dicermati, ini refleksi dari pola-pola sulur tanaman atau dahan pohon.

  • Teratur, konsisten, dan detail

Jika Anda perhatikan pola batik, ukiran keris, patung-patung kayu, atau garis-garis pada kain songket, maka Anda akan menemukan keteraturan, konsistensi, dan detail di situ. Nah, rumah bergaya tradisional pun demikian. Anda akan mudah mengidentifikasi dari kekayaan detailnya yang rapi dan konsisten.

  • Furnitur daur ulang

Alih-alih menggunakan furnitur yang tampil sophisticated, item dekorasi pada rumah bergaya tradisional kerap menggunakan furnitur daur ulang. Bahan-bahannya tidak beli jadi, tapi kerap mendapat sentuhan custom dan personal. Misalnya, kursi dari sisa kayu atau rotan.

WhatsApp chat