Closet Duduk VS Jongkok, Mana yang Lebih Sehat?

Closet Duduk VS Jongkok, Mana yang Lebih Sehat? – Di era modern seperti sekarang, kloset duduk menjadi pilihan banyak orang. Karena dianggap lebih bersih dan nyaman jika digunakan. Namun, ternyata kloset jongkok lebih menyehatkan dibanding dengan kloset duduk, mengapa? Mari simak saja penjelasannya berikut ini.

  1. Sudah dilakukan penelitian mengenai kloset duduk

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Digestive Diseases and Sciences, Dov Sikirov menilai bahwa berjongkok atau duduk saat di kloset bisa memengaruhi kelancaran saat buang air besar (BAB).

Ketika kita sedang berdiri, usus besar tempat feses disimpan ditekan ke atas oleh otot puborectalis yang menjaga agar feses tidak mengalir keluar sampai saatnya dibuang. Ketika menggunakan kloset duduk, otot yang tidak berkontraksi atau tidak menekan hanya sebagian.

  1. Kenapa kloset jongkok lebih unggul?

Saat kita berjongkok, seluruh otot puborectalis tidak bekerja, sehingga memudahkan proses pembuangan. Sehingga, buang air besar menggunakan kloset duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar jika dibandingkan dengan kloset jongkok.

Ketika menggunakan kloset jongkok, sudut anorektal akan membentuk sempurna. Di mana sudut anorektal adalah sudut yang terbentuk  di area antara anus dan rektum (bagian akhir dari usus) yang merupakan jalur keluarnya feses. Ketika menggunakan kloset duduk, diduga sudut ini tertekuk sehingga feses sulit keluar. Sedangkan, ketika memakai kloset jongkok, usus dan anus berada pada jalur yang lurus hingga memungkinkan feses keluar dengan mulus.

  1. Rekomendasi dokter

Beberapa dokter pun merekomendasikan pasien mereka untuk jongkok ketika buang air besar, ketimbang menggunakan kloset duduk atau bidet. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah usus yang seringkali dialami. Banyak ahli berpendapat bahwa penyakit pencernaan berawal dari duduk dan mengejan di kloset duduk.

Masalah awal biasanya disebabkan karena sulit buang air besar yang mengharuskan kita mengejan dengan tenaga maksimal. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang kita habiskan di kamar mandi dengan kloset duduk, semakin besar kemungkinan untuk terkena wasir atau pembengkakan pembuluh darah di dalam atau sekitar anus.

  1. Dianggap lebih higienis

Selain unsur kesehatan, kloset jongkok pun dinilai lebih higienis dibandingkan kloset duduk. Hal ini dikarenakan tidak terjadi kontak langsung antara tubuh dengan kloset itu sendiri. Menggunakan kloset jongkok di kamar mandi juga dapat melatih kekuatan kaki dan otot kaki dengan menahan berat badan dan melatih otot dasar panggul.

Namun dilihat dari sisi positifnya, penggunaan kloset duduk dinilai lebih nyaman terutama untuk penderita arthritis karena lutut dan kaki tidak perlu menahan keseluruhan bobot tubuh. Untuk ibu hamil dan lansia pun disarankan untuk menggunakan kloset duduk karena lebih aman untuk kondisi kaki serta lutut dan perut.

  1. Kloset duduk vs kloset jongkok, pilih yang mana?

Lalu, bagaimana kalau di rumah sudah terpasang kloset duduk? Apakah harus dibongkar dan dipasang ulang dengan kloset jongkok? Jawabannya tidak perlu. Ada solusi yang lebih efisien mengakali kloset duduk di rumahmu. Cukup beli kursi dingklik untuk diletakkan di bawah kaki saat buang air besar di kloset duduk. Ketika kaki lebih tinggi dari pada anus, maka membuat tubuh seperti berjongkok, otot-otot akan melemas dan jalur keluar feses tidak tertekuk.

 

WhatsApp chat