Inilah Beda Pernis dan Plitur

Arsitek Indo Kontraktor Malang – Pernis dan plitur. Dua barang ini berfungsi untuk mengkilapkan kayu. Tapi, pernis dan plitur itu beda loh. Terdapat dua jenis produk finishing untuk kayu, yaitu pernis dan plitur. Dengan diberi pernis maupun plitur, produk olahan kayu akan tampil lebih mewah dan lebih indah. Di Indonesia, kedua produk ini masih banyak digunakan untuk menonjolkan tampilan alami dari serat-serat kayu. Dengan dilapisi pernis atau plitur, kayu juga akan lebih awet dan tahan lama.

Aqua Politur Propan

Meskipun kedua-duanya sama-sama digunakan untuk memberi tampilan mengkilap pada kayu, terdapat perbedaan pada bahan baku kedua material finishing tersebut. Selain itu apabila diperhatikan secara cermat, karakteristik warna. cara pemakaian, serta hasil akhir antara pernis dan plitur juga memiliki perbedaan.  Walaupun kedua istilah ini sering tertukar-tukar, Anda sebaiknya mengetahui perbedaan antara pernis dan plitur secara jelas. Dengan mengetahui perbedaan antara pernis dan plitur, Anda dapat memilih finishing yang tepat untuk produk kayu Anda.

Pernis atau Varnish

Dikenal juga dengan nama varnish adalah bahan finishing untuk kayu dengan warna transparan. Memiliki bahan baku utama resin dan pelarut. Bau yang menyengat merupakan ciri khas dari Pernis. Dapat langsung diaplikasikan pada kayu tanpa menggunakan bahan-bahan finsihing lain. Aplikasi pernis pada permukaan kayu dapat menggunakan kuas dengan cara disapu.

Pernis dapat membuat kayu lebih awet dan tahan lama karena pernis melindungi kayu dari panas, hujan, angin, kotoran, serta serangan serangga. Tampilan warna pernis pada kayu adalah transparan serta memperkuat tekstur serat-serta kayu sehingga menampilkan keindahan alami pada produk olahan kayu. Tampilan lapisan pernis biasanya mengkilap sehingga memberi kesan yang lebih mewah pada kayu.

Jenis Pernis

Terdapat dua jenis pernis berdasarkan bahan pelarutnya, yaitu solvent based dan water based. Pernis solvent based biasanya terbuat dari kombinasi drying oil, resin, thinner, serta pelarut. Sedangkan pernis water based menggunakan air sebagai pelarutnya. Baik pernis solvent based maupun water based memiliki tampilan akhir yang relatif sama.

Pernis merupakan bahan finishing yang praktis untuk produk olahan kayu Anda. Tidak hanya fungsi estetika, pernis memberikan proteksi pada kayu sehingga lebih tahan lama. Walapun begitu, harus Anda perhatikan bahwa pernis ditujukan untuk produk-produk indoor. Apabila pernis diaplikasikan pada area luar atau outdoor, biasanya warnanya akan lebih cepat pudar.

Plitur

Plitur atau dikenal juga dengan nama politur merupakan bahan pewarna cat yang bersifat transparan. Walaupun transparan, plitur memiliki warna-warna tergantung sesuai dengan warna oker yang ditambahkan. Oker sendiri adalah bahan galian berupa tanah lunak yang sudah mengalami oksidasi sehingga memiliki variasi warna mulai dari kuning keemasan sampai coklat kuning muda.

Kayu yang diberi plitur akan memiliki tampilan warna sesuai dengan jenis plitur yang Anda gunakan. Hal ini akan sangat berguna apalagi jika kayu yang Anda gunakan sebagai bahan furnitur atau kusen memiliki tampilan warna yang belang-belang. Plitur akan membuat tampilan warna kayu menjadi rata.

Plitur dapat diaplikasikan pada kayu dengan kuas atau bola kain. Sebelum diaplikasikan, plitur perlu ditambahkan thinner. Beberapa produk plitur bahkan perlu ditambahkan serlak atau shellac untuk memberi tampilan yang berkilau. Plitur juga perlu diaplikasikan dengan lapisan yang tipis secara berulang-ulang untuk memperoleh hasil yang sempurna.

Mana yang Lebih Tepat, Pernis atau Plitur?

Dari uraian yang telah kami sampaikan, manakah produk yang lebih tepat untuk produk olahan kayu Anda? Apabila tekstur kayu yang Anda gunakan sudah bagus dan cukup diberi proteksi serta tampilan kilap saja, maka Anda cukup menggunakan pernis. Namun apabila tampilan permukaan kayu belang-belang, maka Anda bisa merapikannya dengan plitur. Plitur juga akan memberikan warna pada permukaan kayu.

WhatsApp chat