Jenis-jenis Semen Campur

Jenis-jenis Semen Campur – Artikel berikut ini akan melanjutkan ulasan dari jenis-jenis semen pada artikel sebelumnya. Salah satunya jenis semen yang akan kami bahas, yaitu semen campuran. Semen campuran merupakan semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur. Nah, semen campur ternyata memiliki beberapa jenis lagi, untuk ulasannya mari simak saja artikel berikut!

  1. Portland Composite Cement (PCC)

Kegunaan Portland Composite (PCC) ini secara luas adalah bahan pengikat untuk konstruksi beton umum, pasangan batu bata, beton pra cetak, beton pra tekan, paving block, plesteran dan acian, dan sebagainya. Karakteristik Portland  Composite Cement (PCC) lebih mudah dikerjakan, kedap air, tahan sulfat, dan tidak mudah retak. Material ini terdiri dari beberapa unsur diantaranya terak, gypsum, dan bahan anoraganik.

2. Super Portland Pozzolan Composite Cement (PPC)

Kegunaan super portland pozzolan composite cement diantaranya adalah sebagai konstruksi beton massa, konstruksi di tepi pantai dan tanah rawa yang harus memiliki ketahanan terhadap sulfat, tahan hidrasi panas sedang, pekerjaan pasangan dan plesteran. Beberapa jenis bangunan yang menggunakan produk ini diantaranya perumahan, jalan raya, dermaga, irigasi, dan sebagainya. Semen ini merupakan pengikat hidrolis seperti halnya PCC namun terdiri dari campuran terak, gypsum, dan pozzolan.

3. Special Blended Cemeny (SBC)

Ada yang istimewa dari jenis special belended cement (SBC) atau semen campur karena khusus dirancang dalam pembangunan jembatan terbesar yang menghubungkan Surabaya dengan Madura yang dikenal dengan Jembatan Suramadu. Karakteristik special blended cement tentu memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan pada air laut seperti halnya jembatan Suramadu yang berdiri diatas laut.

4.  Super Masonry Cement (SMC)

Kegunaan Super Masonry Cement (SMC) diantaranya sebagai bahan baku genteng beton, tegel, hollow brick, dan paving block. Selain itu, digunakan hanya pada kisaran konstruksi bangunan rumah atau irigasi dengan struktur beton paling besar K225. Tipe ini pertama kali diperkenalkan di USA.

5. Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR (High Sulfate Resistance)

Lain rumah, lain pula material yang digunakan untuk sumur bumi. Karakteristik Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR yang tahan terhadap sulfat tinggi ini merupakan jenis yang dibuat untuk kegunaan khusus di kedalaman dan temperatur tertentu yang bisa disesuaikan dan kecepatan pengerasan dikurangi. Diantara proyek yang menggunakan material ini yaitu sumur minyak bumi di bawah permukaan bumi dan laut.

6. Semen Thang Long PCB40

Karakteristik semen thang long PCB40 yang memiliki daya tahan tinggi terhadap sulfat sesuai untuk konstruksi bangunan bawah tanah dan air. Tak hanya itu, semen ini juga memeiliki daya tahan terhadap penyerapan air, erosi lingkungan, dan tahan lama. Jenis ini juga hemat digunakan karena kekuatannya. Iklim Vietnam sangat pas untuk penggunaan jenis semen ini.

7. Semen Thang Long PC50

Kegunaan semen thang long PC50 yang banyak digunakan untuk proyek-proyek besar dan rumit sehingga membutuhkan jenis semen dengan spesifikasi tinggi. Standarisasi yang setara Asia, Eropa, bahkan Amerika ini diaplikasikan untuk jembataan hingga pembangkir listrik. Karakteristik semen thang long PC50 diantaranya memiliki ketahanan tinggi terhadap sulfat sehingga bisa pula digunakan di bawah tanah dan air.

Karakteristik Portland Composite Cement (PCC)

  • Lebih mudah dikerjakan,
  • Kedap air,
  • Tahan sulfat, dan
  • Tidak mudah retak.
  • Material ini terdiri dari beberapa unsur diantaranya terak, gypsum, dan bahan anoraganik.

Sifat – Sifat yang dimiliki Semen PCC

  • Mempunyai panas hindrasi rendah sampai sedang
  • Tahan terhadap serangan sulfat
  • Kekuatan tekan awal kurang, namun kekuatan akhir lebih tinggi
  • Ditinjau dari sifat yang dimiliki oleh Semen PCC maka semen tersebut dapat digunakan sebagai alternatif atau pengganti semen portland tip II,IV atau V.

Standard Acuan Semen PCC

Standar acuan yang digunakan semen portland composite bersumber dari EN-197-1, Europen Standard CEM II Portland Composite Cement. Menurut EN 197-1 Portland Composite Cement CEM II terbagi 2 yaitu :

  • CEM II/A-M, komposisi semen ini terdiri dari, 80 – 90 % klinker/terak, 6 – 20 % bahan anorganik (Blast Furnace, silica fume,pozzolan, flyash, burn shale lime stone), 0 – 5 % Bahan tambahan Minor (gypsum).
  • CEM II/B-M, komposisi semen ini terdiri dari, 65 – 79 % klinker/terak, 21 – 35 % bahan anorganik (Blast Furnace, silica fume,pozzolan, flyash, burn shale lime stone), 0 – 5 % Bahan tambahan Minor (gypsum).

Sedangkan kalau mengacu ke standard ASTM maka standard yang digunakan adalah ASTM C 595, Specification for Blnded Cement. Menurut standard ini maka blended cement terbagi menjadi :

  • Tipe IS = Portland Blast Furnace Slag Cement
  • Tipe IP = Portland Pozzolan Cement
  • Tipe P = Portland Pozzolan Cement for use when higher strength at early age not required

Kalau menurut SNI maka semen PCC mengacu pada SNI 15 7064, Semen Portland Composite.

Keunggulan Semen Tipe PCC Dibandingkan Tipe Semen Lainnya

Semen Tipe PCC (Portland Composite Cement) merupakan jenis semen varian baru yang mempunyai karakteristik mirip dengan semen Portland pada umumnya tetapi semen jenis ini mempunyai kualitas yang lebih baik, ramah lingkungan dan mempunyai harga yang lebih ekonomis.

Semen jenis inilah yang sering kita jumpai di toko-toko bahan bangunan dan dipakai untuk keperluan pembangunan rumah tinggal dan sarana lainnya.Jika di daerah khususnya daerah Jawa ada yang menyebut semen dengan istilah PESE (PC) yang sebenarnya berasal dari kata PCC (Portland Composite Cement).

WhatsApp chat