Jenis Septictank yang Perlu Diketahui

Jenis Septictank yang Perlu Diketahui – Pada artikel sebelumnya kami sudah menyajikan tentang apa itu septictank. Ada baiknya anda harus mengetahui secara menyeluruh tentang septictank. Mari simak yuk, ulasan kami berikut ini.

Jenis Septictank

Septic tank pada umumnya memiliki beberapa jenis, namun janis yang dianjurkan, aman dan sering digunakan ada dua jenis, yaitu:

  • Septic tank jenis tertutup, yaitu seluruh bagian atas ditutup dengan cor beton bertulang dan lantainya juga dilapisi dengan adukan semen, kecuali pada bagian ruang peresapan. Septic tank tertutup sangat cocok digunakan pada rumah dengan lahan yang sempit, misalnya di lokasi perumahan.
  • Septic tank terbuka, pada bagian atas ruang resapan atau limbah cair tidak ditutup dengan cor beton dan dibiarkan terbuka kecuali limbah padat. Septic tank jenis ini biasanya digunakan di kampung-kampung yang masih memiliki lahan yang luas di sekitar rumah.

Berdasarkan jenis kegunaan & cara kerjanya, septictank tertutup dibuat dalam beberapa jenis:

  1. Septic Tank Konvensional

Septic tank model ini menampung dan mengendapkan limbah dan membiarkannya terurai oleh bakteri. Cairan hasil akhir dari tangki akan diendapkan ke tanah memalui resapan khusus. Secara berkala (sampai 5 tahun) septic tank ini akan penuh dan harus disedot. Jenis septic tank ini paling banyak digunakan masyarakat kita. kekurangan septictank jenis ini adalah dibutuhkan proses penyedotan kotoran yang sudah menumpuk berbentuk limbah padatan hasil penguraian bakteri. karena, jikatidak hal ini akan menyebabkan pencemaran bakteri pada air tanah sekitar.

  1. Septic Tank Biologis (menggunakan media bakteri)

Pada septic tank biologis, limbah akan terurai sampai aman untuk dimanfaatkan kembali. Saat ini ada beberapa jenis septic tank biologis yaitu:

  • Septic tank berbahan fiberglass

Septic tank jenis ini terdiri 3 bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Air limbah yang masuk ke septic tank ini akan masuk pada bagian pertama, kemudian disaring dan dialirkan ke bagian kedua. Pada bagian kedua  limbah diurai oleh bakteri dan dialirka ke bagian ketiga untuk diurai lebih lanjut. Sisa pengeluaran dari bagian ketiga akan dialirkan ke luar melalui saluran drainase umum setelah melalui tabung disenfektan yang membersihkan hama limbah sehingga aman terhadap lingkungan.

Kelebihan Septic tank bebahan fiber
  1. Septic tank biological frp dibuat dari bahan fiber yang sangat kuat dan tahan lama, tidak rembes dan korosi. Selain itu septic tank biofilter bisa dikondisikan sesuai dengan kapasitas pemakai. Mulai dari septic tank kecil dengan kapasitas 4 – 12 orang, sampai septic tank biofilter dengan kapasitas besar.
  2. Pemasangan septic tank ini sangat mudah, hemat waktu dan cepat bisa difungsikan, tidak menunggu kering seperti beton. Dan juga tidak berpengaruh akan mata air karena septic tank jenis ini anti rembes dan bisa dipasang berdekatan dengan sumber air.

Proses di dalam septictank bio : Pertama, tinja masuk kedalam septictank bio. Kedua, tinja melalui media pencacah / penghancur. Ketiga, tinja masuk kemedia khusus yang didesain khusus pengolah dan pengurai tinja, dilengkapi media bakteri pengurai lalu tinja menjadi cair dan terakhir tinja di bio filter, hingga cairan olahan lebih sempurna dan layak dibuang. Selain itu, sebelum keluar ke saluran pembuangan  umum, cairan limbah melalui proses steril dan kuman berbahaya, karena septic tank jenis ini biasanya dilengkapi tube disinfektan sebagai media steril dan pembunuh kuman berbahay yang mungkin keluar dari septic tank bio.

  • Septic tank berbahan Beton

Teknik pengolahan sepiteng ini tidak jauh berbeda dengan halnya septictank fiber, bedanya jenis ini terbuat dari beton yang juga terdiri dari beberapa bagian tapi dengan proses yang sedikit berbeda dengan septictank berbahan fiberglass.

Pada septic tank jenis ini limbah yang masuk bagian pertama akan disaring untuk memisahkan kotoran dengan air. Limbah padat diendapkan secara berkala diperlukan penyedotan untuk mengambil endapan limbah tersebut. Sedangkan air/cairannya dialirkan ke bagian kedua untuk diproses oleh mikroorganisme. Kemudian dialirkan kembali ke bagian selanjutnya begitu seterusnya hingga pada bagian akhir yang berisi filter berupa batuanvulcano, kemudian siap dialirkan ke drainase kota dengan aman. Pada septictank ini setiap bagian atasnya diberi mainhole yang dapat dibuka pada saat perawatan atau penyedot limbah padatnya.

Teknik ini dinamakan IPAL Komunal, artinya Instalasi Pengolahan Air Limbah Koloni (banyak warga) yang maksudnya adalah IPAL ini sangat dianjurkan untuk diterapkan pada perumahan atau kampung-kampung sehingga Instalasi pengolahan limbah menjadi satu kesatuan pada kawasan khusus, yang tentunya untuk menjaga sumbermata air sekitar yang terus terjaga.

Keunggulan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal:
  • Lahan yang dibutuhkan sedikit karena dibangun di bawah tanah2. Biaya pengoperasian dan perawatan mudah dan mudah3. Efisiensi pengolahan limbah tinggi
Kelemahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal:
  • Biaya konstruksi bisa menjadi besar jika bahan filter tidak ada di sekitar.
  • Diperlukan tenaga ahli untuk design dan pengawasan pembangunan konstruksi IPAL.
  • Diperlukan tukang ahli untuk pekerjaan plester berkualitas tinggi (mencegah bocor/rembes)
  • Harus ditempatkan pada daerah paling rendah pada suatu perkampungan / perumahan

Septic tank jenis pengolahan secara biologis disebut lebih ramah lingkungan karena dengan septic tank jenis ini, limbah diolah dengan penggunaan media cell dan bakteri pengurai. Media cell dan bakteri ini lah yang menguraikan limbah menjadi cair dan dengan bio filterisasi, cairan buangan menjadi aman, tanpa bau dan layak buang tanpa mencemari lagi lingkungan. dan jangan khawatir untuk kehabisan media bakteri. Karena bakteri seperti halnya manusia, yangmana akan terus berkembang biak dan akan mati (tidak seluruhnya) dengan sendirinya ketika jumlah “makannan yang diberikan habis”.

WhatsApp chat