Jenis investasi yang biasa ditemukan di Indonesia cukup beragam. Mulai dari mata uang asing, perhiasan, saham, deposito, obligasi, barang-barang antik, hingga properti. Bagi Anda yang tertarik berinvestasi di bidang properti khususnya tanah, rupanya ada beberapa hal yang perlu dipastikan sebelum membeli. Utamanya, mengecek legalitas kavling tersebut bebas dari free, clean, dan clear.

Free artinya bebas sengketa, dimana nama pemilik sesuai dengan yang tertera di sertifikat tanah. Clean, artinya tanah tersebut tidak sedang digunakan untuk kegiatan ekonomi lain atau ditempati oleh orang lain yang tidak berhak. Sementara clear artinya ukuran tanah tersebut tepat, seperti yang tertera di sertifikat, serta cocok batas-batasnya.

Serupa dengan jenis penanaman modal lainnya, berinvestasi tanah kavling juga memiliki sisi plus dan minus tersendiri. Apa saja contohnya?

Kelebihan Investasi Tanah

Capital gain. Siapapun tahu bahwa harga tanah terus menerus mengalami kenaikan. Persentasenya bisa mencapai 20 sampai 25% tiap tahunnya, atau dua kali lipat setelah 5 tahun kedepan. Nilai plus inilah yang menjadikan investasi tanah cocok bagi pemula. Baca juga : Jasa Arsitek di Malang

Properti yang memiliki return dan capital gain tinggi seperti tanah, sebaiknya jangan dijual dalam waktu singkat. Tunggu dulu hingga harganya naik signifikan. Biasanya, kenaikan nilai properti akan sangat terasa setelah lima tahun.

Lalu dari sisi biaya. Perawatan tanah kosong memang tak memerlukan biaya besar dan menyulitkan. Berbeda dengan properti berupa bangunan, seperti rumah, apartemen, ruko, kantor, atau kios, yang harus terus dipelihara sehingga kerap merogoh kocek setiap tahun.

Punya nilai tambah (added value). Keuntungan ini bisa diperoleh ketika lahan tersebut dikembangkan. Belakangan banyak ditemukan pengembangan perumahan dalam skala kecil yang dikemas dalam bentuk cluster. Jika lahan tergolong strategis, bisa juga kavling tersebut dijadikan ruko.

Demand vs supply. Persediaan tanah tidak akan bertumbuh dan bertambah, sedangkan permintaan akan semakin bertambah seiring pertumbuhan penduduk yang membutuhkan lahan tinggal. Dan menurut prinsip ekonomi, dimana semakin banyak permintaan maka akan semakin tinggi juga penawarannya.

Dialokasikan untuk bisnis lain. Keuntungan lain yang bisa didapat dengan berinvestasi tanah adalah sarana berbisnis. Sambil menunggu masa lima tahun hingga harga tanah naik dua kali lipat, Anda bisa memanfaatkan lahan untuk ruang berbisnis tambahan. Misalnya, kebun sayur, lahan parkir, atau taman untuk acara pesta pernikahan.

Kekurangan Investasi Tanah

Minim income. Lahan kosong umumnya tidak dapat menghasilkan income, berbeda dengan investasi rumah atau ruko yang dapat disewakan. Kecuali, Anda bisa melihat peluang seperti yang tertulis di poin nomor 5 (sisi plus).

Sifat likuid kecil. Berbeda dengan emas, investasi berupa tanah dirasa sulit saat hendak dicairkan menjadi bentuk uang dalam waktu singkat.

Modal besar. Dibanding properti lain seperti rumah atau apartemen, tanah relatif lebih terjangkau untuk dibeli. Hanya saja lokasi tanah yang berada di area strategis biasanya dibanderol dengan harga tinggi.

Menguras pengeluaran. Poin ini berlaku jika lahan yang dimiliki tidak dipergunakan secara produktif. Alhasil, tanah hanya akan memberikan beban seperti pajak, penjagaan dan perawatan. Karena jika tidak diberi batas yang jelas (pagar atau tembok) serta pengamanan, seringkali tanah disalahgunakan oleh pihak lain.

Nah diatas adalah ulasan mengenai plus minus investasi tanah. Untuk info mengenai portofolio dan track record pembangunan kami jasa arsitek Malang, bisa Anda cek DISINI. Semoga bermanfaat 🙂

ARSITEK INDO KONTRAKTOR – JASA ARSITEK MALANG | JASA DESAIN RUMAH MALANGKONTRAKTOR MALANG | JASA BANGUN RUMAH MALANG merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di WA : 0878 3475 4624