Kenali Ciri Desain Retro

Arsitek Malang – Sebelumnya pernahkah mendengar istilah desain dengan gaya retro? Kebanyakan orang mengira bahwa gaya retro dan vintage ini sama, ternyata kedua istilah ini berdeda. Perbedaannya adalah jika gaya vintage warna yang mendominasi adalah warna yang hangat, antara lain warna kecoklatan. Sedangkan gaya retro lebih banyak warna yang diaplikasikan. Nah, berikut ini kami akan menjelaskan ciri ciri desain retro, yuk disimak.

Pengertian Retro

Istilah retro merupakan kependekan dari sebuah kata dalam bahasa Perancis, rétrospectif. Istilah ini mulai dikenal di Perancis pada tahun 1970 sebagai busana yang dikenakan di Negara tersebut.

Gaya retro mulai digunakan dalam desain interior. Retro dikenal sebagai salah satu jenis dekorasi rumah, dengan teknik mengulang gaya yang pernah populer pada masa lalu, terutama tahun 1930 hingga 1970an.

Ciri khas gaya desain ini adalah sifatnya yang atraktif. Gaya retro memiliki keunikan tersendiri karena ‘kejadulan’ dan warna-warnanya yang khas.

 

 

Ciri-ciri Retro

  1. Penggunaan Warna Cerah

Gaya retro memang khas dengan kombinasi warna primer yang eksplosif. Khas dengan warna yang bebas, gaya desain ini bisa menunjukkan kepribadian penghuninya yang mandiri serta ceria. Anda bisa mengkombinasi banyak warna seperti, merah, kuning, biru dengan background warna netral. Kemudian anda juga bisa menambahkan karpet dan bantal warna-warni.

  1. Permainan Tekstur

Desain retro terkadang juga diwarnai dengan kehadiran tekstur-tekstur. Tekstur dalam desain retro bisa didapatkan mulai dari penggunaan karpet dan wallpaper, hingga penggunaan material seperti kulit sintesis dan fiber yang memiliki tekstur.

  1. Bentuk Geomteris dan Pola Repetitif

Desain retro didominasi gubahan bentuk dasar yang geometris seperti kotak, segitiga, lingkaran, serta berbagai bentuk geometris lainnya. Bentuk-bentuk ini juga dijadikan sebagai pola. Dalam desain retro, pola umumnya memiliki irama yang repetitif dan lebih teratur.

  1. Pilihan Material Lantai

Dalam desain retro, ada 3 material lantai yang bisa mewujudkan desain retro terbaik, yaitu, lantai kayu, karpet bertekstur dan keramik polos dengan warna berbeda yang disusun dengan pola catur.

  1. Tata Ruang Terbuka

Gaya retro sendiri sering kali menerapkan konsep terbuka sehingga ruangan dengan gaya retro terlihat luas dan fleksibel. Biasanya untuk membedakan ruangan satu dengan yang lainnya, hanya perlu ditambahkan sekat ruangan yang bisa dipindah sesuai dengan kebutuhan.

  1. Material Sintesis

Gaya retro mengangkat tema tahun 60-an ke 70-an, di mana perkembangan teknologi di dunia pada saat itu menggunakan bahan material furnitur yang tak biasa. Misalkan bahan plastik, bahan vynil hingga fiberglass.

Bahan-bahan tersebut otomatis menjadi bahan utama untuk semua elemen gaya retro seperti kursi, plafon, dinding, lantai dan sebagainya. Tentunya dengan warna-warna hangat seperti yang disebutkan di atas.

 

Untuk info mengenai portofolio dan track record pembangunan kami jasa arsitek Malang, bisa Anda cek DISINI. Semoga bermanfaat 🙂

JASA ARSITEK MALANG – KONTRAKTOR JOGJA | JASA BANGUN RUMAH JOGJA | KONTRAKTOR JOGJA | JASA ARSITEK JOGJA | KONTRAKTOR DI JOGJA | JASA GAMBAR 3D JOGJA | JASA DESAIN RUMAH JOGJA | BANGUN RUMAH JOGJA merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di Telp : (0274) 501 7127 | WA : 0878 3475 4624

WhatsApp chat