Kesalahan Saat Membangun Rumah Ramah Lingkungan

Kesalahan Saat Membangun Rumah Ramah Lingkungan – Rumah dengan konsep ramah lingkungan memiliki banyak keuntungan. Jika anda tertarik, anda perlu mempertimbangkan secara matang dan detail seluruh aspek desain rumah. Kemudian hal penting lainnya adalah perilaku para penghuninya yang tidak mengganggu ekosistem. Nah, berikut adalah beberapa kesalah saat membangun rumah ramah lingkungan yang perlu anda hindari.

Membangun Rumah Lebih dari Anda yang Butuhkan

Rumah yang terlalu luas akan menyisakan banyak ruang yang sia-sia. Selain itu, biayanya lebih mahal. Belum lagi konsumsi listriknya untuk AC, misalnya. Ketika berencana membangun rumah, sesuaikan dengan gaya hidup Anda. Pertimbangkan juga anggota keluarga tambahan, misalnya anak atau famili yang akan tinggal dengan Anda.

Berpikir Pendek

Apakah Anda akan tinggal di rumah itu selama 10, 20, atau 30 tahun? Pikirkan apa yang Anda butuhkan dalam sekian tahun itu. Bagaimana gaya hidup Anda, persiapkan hal-hal untuk itu.

Membangun di Kavling yang Salah

Penting bagi Anda untuk menemukan ukuran dan lokasi kavling yang tepat. Memang kedengarannya menyenangkan memiliki rumah di pedesaan, di lokasi yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Tapi, membangun di lahan hijau yang baru bisa memengaruhi kestabilan ekosistem. Hal itu bisa mengacaukan kehidupan satwa lokal dan mengeliminasi mereka saat Anda membuat garis pembatas, memasang keperluan (pemanas air, penerangan, saluran air minum), juga merambah jalanan baru.

Tidak Memanfaatkan Sinar Matahari

Tak peduli di mana pun Anda tinggal, Anda sebaiknya membangun rumah yang memiliki akses langsung terpapar sinar matahari mulai pukul 9 pagi hingga 3 sore. Gunakan material yang mampu menyerap dan meradiasikan panas matahari. Tanamlah pepohanan sekitar rumah Anda sebagai pelindung alami.

Tidak Melakukan Riset

Dengan segala informasi yang tersedia saat ini, tidak ada alasan untuk mengedukasi diri Anda untuk mempelajari semua hal yang terkait bangunan hijau. Tidak ada alasan untuk tidak menggunkan produk-produk yang ramah lingkungan. Ada banyak pilihan tersedia yang bisa Anda sesuaikan dengan anggaran. Ketika membangun rumah, Anda sebaiknya memakai produk-produk yang bebas racun, berkelanjutan, hasil daur ulang, serta rendah VOC (Volatile Organic Compound).

Tidak Mengurangi ‘Jejak’

Sebisa mungkin Anda mengurangi ‘jejak’ Anda jika ingin punya rumah berkonsep ramah lingkungan. Jejak di sini maksudnya adalah limbah, termasuk semua produk bangunan juga mesin yang dibutuhkan untuk membuat dan menjalankannya. Konsumsi energi dan limbah perlu Anda kurangi.

Sekat yang Tidak Memadai

Anda bisa menghemat banyak jika Anda bisa cermat membuat sekat-sekat dalam rumah. Rumah yang terlalu banyak sekat akan membutuhkan banyak energi. Siasati pembangunan tembok, jendela, atap, dan fondasi untuk membuat ruang-ruang dalam rumah Anda. Ini agar angin gampang masuk, pantulan sinar matahari jadi penerang pada siang hari, namun hangatnya bisa tersimpan untuk dimanfaatkan pada malam hari. Rumah yang tersekat baik tidak hanya akan hemat energi dan sumber daya, tapi juga akan mengurangi tagihan listrik Anda.

Pengatapan yang Tidak Direncanakan dengan Baik

Anda perlu memahami seberapa berat atap yang akan dipakai. Bentuk atap juga hal yang vital untuk efisiensi energi di rumah. Atap yang datar cenderung menahan dan mengumpulkan air, sementara atap yang miring tidak. Sistem drainase yang diletakkan dengan tepat akan mampu memastikan atap seperti apa yang Anda pakai. Segalanya pun jadi lebih efisien. Penyekatan atap adalah bagian yang tak terpisahkan dari efisiensi suhu dalam rumah.

Tidak Menggunakan Perabotan yang Hemat Energi

Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan perabotan yang hemat energi. Pertimbangkan untuk menggunakan tankless water heater. Perabotan rumah tangga yang ramah lingkungan banyak tersedia di pasaran.

Tidak menggunakan produk yang ramah lingkungan

Tak ada alasan untuk tidak menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Segala sesuatu, mulai dari bahan atap, bahan bangunan, sekat lantai, meja pajangan hingga lemari kaca, sebaiknya ramah lingkungan. Entah Anda memanfaatkan kayu bekas, sumbat, bambu, cor-coran, granit atau kaca daur ulang, sebisa mungkin eco-friendly. Arsitek dan pemborong Anda, kiranya bisa memandu Anda lebih baik.

 

WhatsApp chat