Material Yang Digunakan Untuk Membuat Jembatan

Arsitek Indo Kontraktor Malang – Material material konstruksi banyak sekali macamnya. Material untuk membangun sebuah rumah dan sebuah jembatan pun pastinya berbeda. Nah, artikel kali ini akan membahas tentang material yang digunakan utnuk membuat jembatan. Seperti yang kalian tahu, jembatan bisa terbuat dari kayu, beton, dan masih banyak lagi. Oke, selamat membaca 🙂

Jembatan dapat dibuat dari berbagai material yang berbeda, beberapa material yang umum digunakan dalam pembuatan jembatan adalah sbb :

  1. Jembatan kayu.
  2. Jembatan baja.
  3. Jembatan beton.
  4. Jembatan komposit (beton dan baja).

Dalam bahasan kali ini  kita akan membahas perbandingan jembatan dari material diatas.Masing-masing material tersebut tentu mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing, sehingga orang harus memilih material mana yang paling cocok digunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Berikut penjelasan mengenai perbandingan keunggulan maupun kekurangan dari material tersebut.

————————————————————————————————————————-

1.  Jembatan Kayu

Pada zaman dahulu, sebelum ditemukannya material pembentuk beton dan baja, orang-orang menggunakan kayu sebagai alternatif pilihan dalam pembuatan prasarana seperti tempat tinggal dan jembatan. Kayu merupakan produk yang ketersediannya dihasilkan oleh alam/hutan, sehingga relatif lebih mudah diperoleh. Kayu merupakan bahan yang cukup kuat dan kaku untuk dijadikan sebagai bahan bangunan, dan  kayu juga relatif mudah dibentuk dan dipotong-potong sesuai keingginan. Namun dengan semakin majunya teknologi dan pengetahuan tentang material, orang-orang beralih menggunakan beton maupun baja dalam pembuatan infrastruktur (dalam hal ini saya khususkan untuk jembatan), sehingga untuk saat ini sudah sulit kita melihat jembatan yang terbuat dari kayu, walaupun ada, pastilah bentangnya tidak terlalu panjang dikarenakan sifat mekanis kayu yang tidak memadai untuk itu.

Beberapa keunggulan dan kelemahan material kayu yang dapat digunakan sebagai pembentuk jembatan :

1)   . keunggulan

Ø  Untuk membuat jembatan dengan bentang yang pendek, kayu lebih mudah dibentuk, karena dapat dipotong-potong, sehingga pengerjaanya lebih mudah dibangdingkan dengan pembuatan jembatan dari bahan beton atau baja.
Ø   Untuk beberapa jenis kayu tertentu, harga yang diperlukan untuk memperoleh kayu untuk membuat jembatan (dengan bentang yang pendek) lebih murah daripada menggunakan bahan beton,baja.Ø      Lebih ramah lingkungan.

2). Kelemahan

Ø  Karena berasal dari alam kita tak dapat mengontrol kualitas bahan kayu. Sering kita jumpai cacat produk kayu gergajian baik yang disebabkan proses tumbuh maupun kesalahan akibat olah dari produk kayu.
Ø  Dibanding dengan bahan beton dan baja, kayu memiliki kekurangan terkait dengan ketahanan-keawetan(umur penggunan). Kayu dapat membusuk karena jamur dan kandungan air yang berlebihan, lapuk karena serangan hama dan lebih mudah terbakar jika tersulut api.
Ø     Tidak semua daerah mudah dalam memperoleh kayu dengan kualitas yang diingankan.

————————————————————————————————————————-

2.     Beton

Sekarang ini telah banyak dikembangkan berbagai macam jenis beton yang dapat digunakan untuk berbagai macam situasi dilapangan sehingga memudahkan dalam pengerjaan proyek, contohnya jembatan. Beberapa sifat yang dimiliki beton sehingga dapat dibandingkan dengan baja maupun kayu sebagai material pembentuk bangunan jembatan adalah sebagai berikut.

I.  Keamanan :

Material beton merupakan material yang aman jika dikaitkan dengan bahaya benturan/ impak, api dan angin. Hal ini berkaian dengan karakternya yang berat dan kaku, tanpa diperlukan suatu perlakukan khusus, beton bahkan mempunyai ketahanan terhadap temperatur yang sangat tinggi tanpa kehilangan kemampuan integritas strukturnya . Selain itu, bangunan beton bertulang memiliki ketahanan yang cukup tinggi terhadap bahaya angin, sebuah gedung yang dibangun dengan beton bertulang yang dicor ditempat (cast in place) mampu menahan angin dengan kecepatan 200 mil /jam.
Dengan design yang baik, beton juga dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk keperluan ketahanan terhadap beban gempa misalnya untuk memenuhi faktor kekakuan dan daktilitas. Maka dapat dikatakan bahwa berkaitan dengan bahaya gempa, faktor design lebih menentukan daripada faktor materialnya, disinilah peran seorang structural engineer dalam merekayasa perilaku struktur terhadap beban.

II.            Harga

Menurut Ed Alsamsam, (PCA’s manager of buildings and special structures) Secara umum, harga material beton di dunia adalah relatif stabil, dimana fluktuasi harga material penyusun beton tidak terlalu besar, bahkan fluktuasi harga baja tulangan untuk beton pun tidak terlalu berpengaruh pada harga beton bertulang secara signifikan. Terutama untuk skala proyek yang besar dan dalam jangka waktu panjang, prediksi rugi laba suatu kontrak proyek lebih mudah diprediksi.

III.            Waktu pelaksaan :

Khusus untuk beton yang dicor ditempat (cast in place), waktu pelaksanaan konstruksi relatif lebih panjang, mulai dari pembuatan peracah dan acuan beton/bekisting, pemberian tulangan, pengecoran dan perawatan beton memerlukan waktu yang cukup panjang sampai umur beton yang cukup tercapai untuk dapat dilakukan pembongkaran perancah/steger. Beberapa bahan aditif bisa ditambahkan untuk mempercepat proses pengeringan beton.
Tetapi dewasa ini, permasalahan ini ditanggulagi dengan adanya metode beton precast, dimana pengecoran beton bisa dilakukan ditempat lain secara simultan dengan persiapan pada lokasi akhirnya sehingga waktu dari keseluruhan proses konstruksi bisa dikurangi, pada saatnya beton yang sudah dicetak tersebut ditransportasikan ke lokasi akhirnya.

IV.            Fleksibilitas Design:

Mengingat sifat beton yang mudah dibentuk, berbagai tampilan sesuai selera dan seni dapat dipenuhi. Berbagai bentuk struktur bangunan beton bisa mengakomodasi keinginan para arsitek, sehingga banyak dijumpai sruktur gedung atau bangunan lain dengan nilai estetis yang sangat tinggi.
Dengan design yang baik, kebutuhan pemanfaatan space yang terbatas juga dapat diakomodasi dengan penggunaan struktur beton, contohnya perencanan oleh structural engineer yang inovatif, bisa mengurangi dan mengoptimalkan dimensi elemen struktur seperti balok, kolom maupun pelat. Struktur dengan bentang-bentang panjang masih bisa dibuat dengan material beton tanpa harus mengambil banyak ruang untuk elemen struktur tersebut ,


3.     Baja

Walaupun baja sudah umum digunakan dalam konstruksi jembatan tapi kemajuan terakhir di teknologi material, baja telah memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan perencanaan jembatan.

Keuntungan

Keuntungan struktur dari material  baja dalam pembangunan jembatan adalah sebagai berikut daripada beton atau kayu:
1)    Rendahnya biaya pemasangan, jadwal konstruksi yang lebih cepat, dan keselamatan kerja
sewaktu pemasangan adalah beberapa keuntungan dalam konstruksi
jembatan saat ini.
2) Selain kapasitas baja untuk menahan beban berat selama masa layan, perencanaan juga harusmemasukkan faktor arsitektur. Berdasarkan pertimbangan itu, jembatan baja menawarkan beberapa keuntungan daripada beton.

Baja atau Beton?

Ada beberapa pertimbangan mengapa jembatan baja mempunyai nilai ekonomis daripada jembatan beton, yaitu:
Ø    Baja mempunyai kuat tarik dan kuat tekan yang tinggi.
Ø   Lebih menghemat tenaga kerja karena besi baja diproduksi di pabrik dilapangan hanya ereksi pemasangannya saja.
Ø  Jembatan yang menggunakan besi baja bisa dibongkar dengan mudah dan dipindahkan ke tempat lain. Jembatan baja bisa dengan mudah diperbaiki dari karat, dll yang menyebabkan penurunan kekuatan strukturnya. Hal hal tersebut bisa dilakukan setelah masa layan
Ø  Pemasangan jembatan baja di lapangan lebih cepat dibandingkan dengan jembatan beton dan memerlukan suatu ruang yang relatif kecil di lokasi konstruksi.

Keuntungan baja ketika lokasi proyek padat dan sempit

Ini adalah salah satu keuntungan dari jembatan baja ketika lokasi itu berhubungan dengan lokasi proyek padat dan sempit.
Ø baja mempunyai kekuatan struktur yang pasti bila dibandigkan dengan beton yang kekuatan strukturnya berubah berdasarkan campuran semen dan airnya.
Ø  Besi baja mempunyai kualitas yang seragam dan ketelitian ukuran yang tinggi daripada beton. Karena, besi baja diproduksi di pabrik.
Ø Beban angin menjadi lebih kecil pada jembatan yang memakai material baja. Karena, material struktur dengan memakai baja lebih kecil daripada jembatan dari beton.
Ø    Besi juga sangat keras, sehingga walaupun sudah mencapai titik leleh karena beban jembatan, baja masih bisa kembali ke bentuk asalnya, berbeda dengan beton yang sangat rapuh, sekali dia meregang akan retak. Bila beton meregang dalam waktu lama, beton cenderung untuk menyusut dan deformasinya akan menghasilkan retak. Baja juga tidak bermasalah seperti beton yang punya kecenderungan untuk retak sewaktu masa pengecoran karena efek pengeringan. Dalam hal ini jembatan baja lebih bagus dari beton dari sisi penampilan . Dalam hal gempa baja juga menunjukkan daya tahannya daripada beton.

Kelemahan

Selain keunggulan di atas, baja juga mempunyai kelemahan dibandingkan beton atau kayu yaitu :

1. Bisa berkarat
2. Lebih berisik jika dilewati beban seperti kereta api.
Karena itu ada penelitian dan pengembangan untuk masalah ini yaitu mengembangkan baja mutu tinggi tahan korosi yang sangat berguna jika jembatan berada di daerah laut yang kadar garamnya tinggi. Untuk mengatasi kebisingan, maka dikembangkan beton komposit dengan baja di atas permukaannya, sehingga bisa menurunkan tingkat kebisingan.

WhatsApp chat