Memasang Instalasi Listrik Rumah yang Benar

Memasang Instalasi Listrik Rumah yang Benar – Hampir seluruh rumah atau gedung membutuhkan aliran listrik, karena listrik merupakan kebutuhan yang paling mendasar. Segala kegiatan hampir semua menggunakan listrik, dan dengan peralatan yang menggunakan listrik bisa membantu pekerjaan manusia.

Jika anda baru membangun rumah dan akan memasang instalasi listrik, berikut kami akan memberikan cara memasang instalasi listrik yang baik dan benar. Namun, sebaiknya, pemasangan instalasi listrik ini dikerjakan oleh ahlinya, agar instalisi listrik dirumah anda tidak sering mengalami permasalahan, tapi tidak menutup kemungkinan anda juga bisa tahu hal-hal apa yang harus dilakukan dalam pemasangan instalasi listrik dirumah :

Langkah-langkah memasang instalasi listrik

  1. Pelajari denah rumah

Langkah awal dalam mempersiapkan pemasangan instalasi listrik adalah anda harus mengetahui denah rumah. Mengetahui denah rumah disini adalah untuk mengetahui dimana tempat atau kemungkinan dimana Cara Memasang Meteran Listrik box sekring atau box MCB, letak penempatan lampu, letak penempatan sakelar serta letak stop kontak (SC).

Langkah awal ini anda akan mendapatkan gambaran saluran instalasi listrik yang akan anda buat. Cara ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan yang akan terjadi saat melakukan pemasangan instalasi listrik, dan tidak akan terlalu banyak membuang-buang waktu untuk memperbaiki kembali kesalahan saluran instalasi tersebut.

  1. Menyiapkan peralatan instalasi

Tentunya anda harus menyiapkan peralatan instalasi yang bagus, meskipun harganya agak mahal, tapi demi keamanan dan kenyamanan listrik dalam rumah anda. Peralatan apa saja yang perlu anda siapkan, yaitu meteran listrik, kabel, steker, colokan dll.

Ada juga peralatan lain yang perlu anda siapkan, contohnya obeng, beberapa jenis tang, silet atau pisau, gunting kecil, gergaji besi, tape rol, hingga betel dan palu. Sebaiknya juga kita menyiapkan test pen. Alat ini sangat berguna dalam mengetes alat instalasi yang terpasang, atau pada saat memperbaiki instalasi listrik. Untuk pengamanan diri, maka anda juga sebaiknya menyiapkan sarung tangan.

  1. Memilih pengaman

Sebuah instalasi listrik pasti dan harus ada pengamannya, maka pengaman itu sendiri dapat berupa sekering atau MCB. Pengaman ini masing-masing juga mempunyai box sendiri-sendiri yaitu box sekering atau box MCB. Sekering dan MCB (sirkuit pemutus) memiliki fungsi mengamankan arus listrik apabila terjadi permasalah listrik pada rumah anda.

Pengaman pertama sekering bekerja lebih cepat memutuskan listrik bila terjadi gelombang listrik yang bermasalah. Kelemahan sekering adalah dengan mengetahui cara kerjanya, cara kerjanya sekering akan melelehnya potongan logam didalamnya sehingga dapat memutuskan listrik, menyebabkan sekering tersebut hanya bisa digunakan sekali. Ketika logam dalam sekering sudah terputus, maka harus diganti dengan sekering baru. Sehingga hal ini sedikit dapat membuat lebih boros.

  1. Menyiapkan kabel NYM dan Kabel BC

Kabel ini sangat penting sekali yaitu kabel NYM 3×4 mm2 dan kabel BC 6 mm2. Kabel NYM sendiri berfungsi untuk menghubungkan KWH meter (sumber listrik). Sebagian besar orang-orang tidak menempatkan kotak pengaman dan sumber listrik secara berjauhan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena harga kabel ini yang terbilang mahal.

Selain kabel NYM terdapat juga kabel BC. Kabel ini berfungsi menghubungkan sumber listrik dengan batang arde. Antara sumber listrik dan batang arde sendiri juga biasanya diletakkan berdekatan. Kemungkinan juga disebabkan karena harga kabel yang juga mahal.

  1. Memahami warna kabel dalam instalasi listrik

Mengetahui dan paham cara menyambung kabel listrik dengan berbagai warna kabel sangat membantu pada proses pengerjaan intalasi listrik dengan baik. Keahlian ini bertujuan mengurangi kemungkinan kesalahan pemasangan kabel dalam menyambung Kabel Listrik. Kadang ini seperti hal yang sepele. Namun tujuan memahami serta menyeragamkan pemasangan kabel sesuai warna agar bagi pemasang instalasi, cara tersebut menjadi patokan mendasar.

Pada umumnya, kabel berwarna hitam merupakan kabel fasa (strum). Kabel kuning begaris atau loreng untuk sebagai kabel ground. Sedangkan kabel berwarna biru merupakan kabel netral. Selain itu anda juga harus menempatkan kabel lain yang bertujuan untuk menyambungkan saklar menuju lampu, misalnya kabel ini anda gunakan warna merah. Setelah itu, anda juga menghitung seberapa panjang kabel yang perlu anda siapkan.

Anda juga menghitung panjang kabel yang akan digunakan pada fitting lampu serta juga kabel yang akan digunakan pada sakelar dan stop kontak (SC). Dalam jalur utama instalasi listrik, anda menyiapkan 3 kabel, antara lain kabel fasa (strum), kabel netral, dan kabel ground. Biasanya beberapa rumah hanya menggunakan kabel fasa dan kabel netral. Namun menambahkan kabel ground dapat membuat arus listrik lebih aman, terutama dengan alat elktronik yang dapat menimbulkan arus induksi.

  1. Menyiapkan pipa conduit

Pipa conduit merupakan pipa pelindung yang digunakan untuk melindungi kabel yang digunakan dalam memasang instalasi listrik. Pemasangan pipa tersebut bertujuan untuk pengamanan apabila terjadi kecelakaan, supaya tidak terjadi konsleting ketika pembungkus kabel terkelupas. Pipa ini juga melindungi kabel dari tikus, karena biasanya hewan pengerat ini suka sekali mengerat pembungkus kabel. Dengan adanya pipa ini kabel jadi terlindungi. Selain itu, pipa ini sangat membantu anda dalam melihat jalur instalasi serta melindungi diri anda terhadap kecelakaan kerja.

  1. Pemasangan kabel instalasi

Pemasangan kabel merupakan bagian terpenting dalam sebuah instalasi listrik. Sebaiknya pemasangan kabel ini dilakukan oleh orang yang berpengalaman atau ahlinya. Biasanya cara pemasangan kabel ini dilakukan mulai dari hal- hal yang sederhana, kemudian baru pemasangan kabel yang rumit. Dengan pemasangan yang benar maka sebuah instalasi listrik dirumah anda menjadi baik. Dan itu bisa menjadikan anda aman dan nyaman dalam memakai listik dirumah.

WhatsApp chat