Mengatasi Kamar Mandi Lembab

Mengatasi Kamar Mandi Lembab – Kamar mandi merupakan tempat yang sering terkena air, maka dari itu tak heran jika lembab dan mudah berjamur. Umumnya kamar mandi terletak dibelakang atau di dalam rumah dimana sangat minim cahaya matahari. Nah, berikut adalah cara mengatasi kamar mandi lembab. Penasaran? Simak yuk!

  1. Biarkan sinar matahari masuk ke kamar mandi

Saat siang hari, sebaiknya Anda membuka jendela dan membiarkan cahaya matahari masuk ke kamar mandi. Penggunaan sumber cahaya yang alami ini selain berfungsi untuk menghemat penggunaan listrik, juga mengurangi kelembaban di kamar mandi.

Jika tidak ada bagian dinding yang dapat dimanfaatkan sebagai ventilasi untuk masuknya cahaya matahari, siasati dengan membuat jalur masuk cahaya melalui plafon. Dewasa ini, banyak rumah yang memanfaatkan desain plafon skylight. Selain memungkinkan cahaya alami masuk melalui jendela lebar, plafon skylight didesain dengan cara buka-tutup.

Sehingga sekaligus memudahkan pertukaran udara dari dan ke kamar mandi.

  1. Tambahkan lampu anti embun

Untuk kamar mandi yang lembab serta minim pencahayaan alami, coba tambahkan lampu khusus yang memiliki spesifikasi anti embun. Untuk harga lampu anti embun sendiri dibandrol mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 500.000.

Lantas, apa saja manfaatnya?

Dengan lampu anti embun ini, kamar mandi terhindar dari proses pengembunan. Dimana, embun dapat menyebabkan cahaya lampu menjadi buram dan pencahayaan menjadi tidak maksimal. Sehingga kamar mandi cenderung gelap dan lembab, serta membuat jamur dapat tumbuh dengan subur. Jadi segeralah menambahkan lampu anti embun pada kamar mandi Anda!

  1. Pemilihan lampu downlight yang tepat

Cara lain agar kamar mandi tidak lembab adalah dengan pemilihan lampu downlight yang tepat. Prinsip dari pencahayaan ini adalah memfokuskan sebaran cahaya agar menghasilkan intensitas cahaya yang lebih tinggi sehingga area bagian bawah ruangan menjadi lebih terang.

Ada beragam jenis lampu downlight. Misalnya, lampu downlight outbow, lampu downlight slim, lampu downlight inbow, dan lampu downlight spot. Namun, hal yang perlu diperhatikan saat memilih jenis lampu ini adalah ketinggian dari plafon kamar mandi itu sendiri.

Untuk plafon rendah, gunakan warna lampu teduh seperti kuning, orange, merah. Sedangkan, untuk plafon cukup tinggi, pilih lampu dengan nuansa lebih dingin. Nah, tak hanya sebagai penerangan, kehadiran lampu downlight juga membuat kamar mandi terlihat lebih unik dan dramatis. Terlebih bila dikombinasikan dengan efek spot menggunakan lampu sorot.

  1. Mengoptimalkan exhaust fan

Bagi dinding kamar mandi yang sering lembab serta tidak memiliki ventilasi, maka exhaust fan pada plafon bisa datang sebagai solusi. Umumnya, jenis exhaust fan yang paling sering digunakan, yaitu tipe sirocco (exhaust fan dengan penghisap seperti AC). Namun, bila tidak memungkinkan memasang tipe exhaust fan ini, Anda bisa memasang tipe baling-baling.

Asalkan, Anda harus memperhatikan jarak antara atap dengan plafon. Disarankan, jarak minimal sebesar 1,5 meter dan atap memiliki ventilasi untuk mengalirkan udara hasil buangan exhaust fan. Untuk exhaust fan berjenis baling-baling, Anda bisa menggabungkan dengan penggunaan jalusi pada pintu. Jalusi ini sangat bermanfaat sebagai pertukaran udara ke dalam kamar mandi.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sirip pintu jalusi dibuat miring ke atas, bukan sebaliknya.

  1. Mengurangi jumlah air

Ide lain untuk mengatasi kelembaban kamar mandi adalah dengan mengurangi jumlah air dalam kamar mandi.

Bagaimana caranya?

Untuk kegiatan mandi, usahakan tidak menggunakan bak mandi, melainkan gunakan lah air pancuran atau shower. Dengan demikian, kamar mandi tetap kering dan tidak lembab. Tak hanya mencegah kelembaban dalam kamar mandi, penggunaan shower juga dapat menghemat air.

 

WhatsApp chat