Mengenal Tegel Bermotif

Mengenal Tegel Motif – Ubin atau tegel dalam bahasa Jawa memiliki banyak ragam motif dan jenis. Salah satu jenis ubin yang saat ini sedang tren adalah ubin motif klasik atau dikenal dengan nama tegel retro. Teknik pembuatan tegel dengan cement floor tile itu diperkenalkan bangsa Belanda pertama kali kepada masyarakat Yogyakarta pada awal abad ke-20. Ingin mengetahui tegel retro lebih jauh? Mari simak artikel kami dibawah ini.

Bukan dari Indonesia

Motif tegel diperkirakan ada semenjak abad ke-13 sampai 15. Setelah itu, populer di Indonesia berasal dari negara Spanyol dan Portugal. Motif dari Spanyol disebut Azulejo dan dari Meksiko disebut Talavera. Karena kepopulerannya, masyarakat internasional lebih mengenal motif ini sebagai karya asli kebudayaan Meksiko dan lebih terkenal karena dilapisi dengan zat pengkilap lalu memiliki durabilitas lebih tinggi.

Mengapa dinamakan Tegel?

Tahun 1920, pabrik pengrajin tegel motif milik warga kebangsaan Belanda bernama, Louis Maria Stocker dan Jules Gerrit Commane terletak di Pulau Jawa. Tegel sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Belanda yang diartikan sebagai ‘ubin’ dalam bahasa Indonesia. Kemudian pabrik tersebut dibeli oleh Warga Negara Indonesia keturunan Tionghoa. Tahun 1970, bisnis ubin ini mengalami kesulitan akibat masuknya kompetitor jenis ubin lain yang bisa diproduksi secara cepat dan masif.

Digunakan oleh Keraton Yogyakarta

Pabrik pembuat ubin bermotif berlokasi di kota Yogyakarta. Ubin lantai ini banyak dibeli oleh para orang kaya dan bangsawan pada masa itu karena kualitas dan nilai estetika dari motif yang dihasilkan. Lokasi pabrik yang dekat dengan Keraton Yogyakarta dan digunakan oleh Keraton, hal ini tentu saja mendongkrak popularitas motif tegel dan namanya tersebar luas di Nusantara.

Merupakan karya seni

Ada berbagai jenis motif tegel tersedia dipasaran dan harganya kisaran ribuan rupiah per keping ubin hingga mencapai ratusan ribu rupiah per meternya. Semakin tinggi nilai seni dan estetika dari ubin lantai motif tegel, maka semakin tinggi pula harganya.

Ubin lantai motif tegel diproduksi menggunakan tangan. Cara tradisional ini ditujukan untuk menghasilkan nilai estetika yang unik. Mulai dari pembentukan, embossing dan pewarnaan, semuanya manual menggunakan tangan tanpa bantuan mesin. Namun, saat ini tidak banyak yang memproduksi tegel motif ini dengan cara tradisional. Kebanyakan sudah diproduksi menggunakan mesin canggih.

Dijadikan alternatif penghias lantai

Motif dari Indonesia memiliki motif seperti batik tulis, dengan karakteristik shading warna yang lebih lembut dan gelap. Sedangkan, motif asal Spanyol yang disebut Azulejo memiliki pola dasar geometris dengan tone warna netral. Motif dari Spanyol dan Portugal memiliki banyak kesamaan ciri, seperti empat keping ubin yang apabila disusun akan menjadi sebuah bentuk.

Motif Meksiko yang disebut Talavera memiliki ciri motif yang menggambarkan sebuah yang dipengaruhi oleh kepercayaan setempat dan didominasi warna biru dan putih. Sebagaimana motif Azulejo yang merupakan asal mula dari Talavera. Saat ini, tersedia beragam motif dengan warna dan pola yang beragam.

Perawatan mudah

Pembuatannya melalui proses yang panjang dan memakan waktu lama. Perawatan juga sangat mudah. Untuk menjaga ubin tetap mengkilap, bersihkan ubin dengan cairan pembersih lantai secara rutin. Ubin tegel memiliki tekstur yang tidak licin dan cepat kering. Dijadikan pelapis dinding eksterior pun tidak masalah, karena warna dan pola yang tergambar tidak mudah memudar.

WhatsApp chat