menghitung penggunaan cat tembokMENGHITUNG PENGGUNAAN CAT TEMBOK

Arsitek Indo Kontraktor–  Menghitung Penggunan Cat Tembok?, Memangnya penting? ya, Tentu saja hal ini penting dilakukan agar kita dapat mengira ngira seberapa banyak cat yang dibutuhkan, Dan tidak boros dalam membeli cat. Berikut adalah cara untuk menghitung penggunaan cat tembok.

Sebuah ruangan  dengan ukuran 4 x 5 m dengan tinggi dinding 4 m. Akan dicat dengan dua kali lapis pada tiap sisi. sedangkan yang dicat sisi luar dan dalam.

Tahap 1

Hitung luas permukaan bidang dinding atau tembok yang akan dicat.

Tinggi x Lebar x Jumlah dinding

Contoh:

Dinding: 4m x 5m x 4 dinding = 80m2

Tahap 2

Hitung luas bidang permukaan plafon.

Panjang x Lebar

Contoh:

Plafon: 3m x 4m = 12m2

Tahap 3

Setelah mengetahui bidang mana saja ingin dicat, jumlahkan total luas bidang tersebut.

Total luas dinding + Total luas plafon

Contoh:

Total luas bidang dinding dan plafon: 80m2 + 12m2 = 92m2

Tahap 4

Hitung luas bidang yang dicat dengan cara kurangi luas pintu dan jendela (jika ada).

Total luas dinding & plafon – Luas pintu & jendela

Contoh:

Luas pintu: 2m x 0.5m = 1m2

Jadi total luas bidang yang dicat: 92m2 – 1 m2 = 91m2

Tahap 5

Luas bidang yang akan dicat dibagi dengan daya sebar cat per liter. Satu galon memiliki daya sebar teoritis 12m2 dengan 2 lapis pengecatan, maka jumlah yang dibutuhkan secara teoritis sebagai berikut.

(Total luas bidang : Daya sebar teoritis) x Jumlah lapisan pengecatan

Contoh:

(91m2 : 12) x 2 = 15,2 liter

Jadi cat yang dibutuhkan adalah 15, 2 liter

Penggunaan cat untuk warna warna tertentu seperti merah dan kuning mungkin membutuhkan lebih banyak lapisan.

sekian artikel mengenai cara menghitung penggunaan cat tembok, Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

WhatsApp chat