Nuansa Alami Dengan Lantai Bambu

Nuansa Alami Dengan Lantai Bambu – Kesan alami dan natural yang dimiliki lantai bamboo ini dapat membuat ruangan lebih terlihat eksotis. Meskipun tidak terlalu popular, tampilan lantai bamboo ini terlihat cukup kuat dan menyerupai lantai bahan kayu keras. Selain itu, dari segi harga pun tergolong lebih murah dibandingkan kayu keras. Yuk, langsung saja kita cek beberapa karakteristik, kelebihan, dan kekurangan lantai bambu secara umum dan berdasarkan proses pembuatannya.

  1. Indah dan Stylish

Seperti yang sudah disebutkan juga sebelumnya, lantai bambu memiliki tampilan yang modern, bersih, elegan, serta unik. Selain itu, lantai dari material bambu juga akan membuat ruangan terasa lebih hangat, nyaman, dan natural.

  1. Bervariasi

Salah satu keunggulan dari bambu adalah material ini tersedia dalam berbagai gaya dan warna. Lantai dari bahan bambu juga dibedakan berdasarkan prosesnya, yaitu buatan, alami dan cetakan. Masing-masing proses ini menghasilkan bentuk, struktur, serta keunggulan yang berbeda-beda.

  • Lantai dengan Proses Alami

Lantai yang dibuat dengan proses alami menggunakan bambu yang dicetak dan di-press sampai terbentuk lembaran padat. Proses ini menghasilkan corak alami dari permukaan bambu, sehingga menghasilkan kesan yang lebih oriental.

Kelebihan: lantai alami lebih mudah diamplas dan di-polish untuk menjaga tampilannya agar tidak mudah bengkok dan menekuk.

Kekurangan: memiliki daya tahan yang paling rendah dibandingkan jenis lainnya karena tidak mengalami proses dan tambahan pelapis.

Untuk itu, hindari penggunaan jenis ini pada bagian yang rentan terkena air seperti dapur atau kamar mandi.

  • Lantai dengan Proses Buatan

Jenis ini dikatakan buatan karena terbuat dari berbagai macam bahan. Lantai ini disusun dari beberapa lapisan, yaitu pelapis warna dan penjaga daya tahan, layer bambu, pati cemara, triplek, dan sandaran poplar. Jenis ini sangat mirip dengan bambu alami walaupun hanya bagian atasnya saja yang berasal dari bambu.

Kelebihan: jenis ini mempunyai daya tahan yang cukup tinggi terhadap air, tergolong mudah dipasang, mudah dirawat, dan termasuk tahan lama.

Kekurangan: jenis ini tidak bisa di-refinish karena lapisan bambu yang ada di bagian atasnya. Jika lapisan atas rusak, maka harus diganti dengan yang baru.

Lantai jenis ini dapat Anda gunakan di berbagai area di dalam hunian, termasuk dapur atau kamar mandi. Hanya saja, Anda harus tetap berhati-hati dalam hal perawatannya.

  • Lantai dengan Proses Cetak

Jenis ini disebut cetak karena proses produksinya. Sebelum menjadi lantai, bambu direbus dengan asam borat hingga menjadi semacam bubur kayu. Bubur bambu ini kemudian dicampur dengan perekat dan dicetak menjadi lantai. Proses ini membuat tampilannya terlihat mirip dengan lantai kayu biasa.

Kelebihan: jenis ini tergolong lebih keras sehingga daya tahannya pun menjadi lebih tinggi. Prosesnya pun memungkinkan jenis ini untuk dipolis ulang.

Kekurangan: mengandung lebih banyak zat kimia berbahaya dan dikhawatirkan mengandung VOC, bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Tampilannya pun tidak seperti bambu.

Lantai cetak dapat digunakan di kamar tidur, ruang keluarga, atau lorong ruangan. Hindari penggunaannya di dapur atau bahkan kamar mandi.

  1. Ramah Lingkungan

Bambu termasuk tumbuhan yang cepat tumbuh. Maka dari itu, bambu tergolong lebih ramah lingkungan dibandingkan kayu lain jika ditebang. Sebab, kayu membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk tumbuh.

Semakin tertarik untuk menggunakan lantai bambu? Dengan memilih lantai dengan bahan bambu berkualitas tinggi, lantai bisa lebih tahan lama dibandingkan jenis kayu keras. Tampilannya yang indah, natural, dan unik pun akan membuat hunian lebih homey dan nyaman. Namun ingat, pastikan Anda memilih jenis lantai yang aman bagi kesehatan keluarga Anda dan tidak mengandung berbagai bahan kimia berbahaya.

WhatsApp chat