Rusun, Apartemen dan Kondominium

Rusun, Apartemen dan Kondominium – Bagi anda yang tinggal di perkotaan pasti sudah tak asing lagi dengan rusun, apartemen dan kondominium. Hunian dengan konsep bertingkat ini banyak dibangun di daerah perkotaan besar dengan terbatasnya lahan pemukiman. Sebelum Anda memutuskan untuk memilih tinggal di hunian vertikal, ada baiknya anda mengenal terlebih dahulu apa perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium.

Beda Rumah Susun, Apartemen, dan Kondominium

  1. Rumah Susun

Hunian vertikal yang paling terkenal dan mudah ditemukan di media massa digital maupun cetak adalah rumah susun. Bahkan sekalipun di bidang properti, kita mengenal tiga bentuk hunian vertikal yaitu rumah susun, apartemen, dan kondominium, akan tetapi, pemerintah melalui Undang-Undang No. 20 Pasal 1 ayat 1 Tahun 2011 menyebutkan bahwa hanya ada satu jenis hunian vertikal yaitu rumah susun.

“Rumah susun adalah sebuah bangunan gedung bertingkat yang dibangun pada suatu lingkungan, dan terbagi dalam bagian-bagian yang memiliki fungsi masing-masing baik secara vertikal maupun horizontal. Rumah susun terdiri dari satuan-satuan terpisah yang dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah dan dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.”

Hunian vertikal jenis ini biasanya dimiliki oleh masyarakat di tingkat ekonomi menengah ke bawah. Sering kali hunian ini menjadi solusi pemerintah menghadirkan hunian bagi masyarakatnya yang direlokasi. Ada 2 bagian dalam rumah susun, yaitu rusunami dan rusunawa.

  • Rusunami

Rusunami merupakan kepanjangan dari Rumah Susun Sederhana Milik. Cara yang mudah untuk memiliki Rusunami adalah langsung membelinya dari pengembang. Oleh pengembang properti, istilah Rusunami sering disebut juga sebagai apartemen bersubsidi.

  • Rusunama

Bagian rumah susun yang kedua adalah Rusunawa. Rusunawa merupakan kepanjangan dari Rumah Susun Sederhana Sewa. Seperti juga namanya, maka untuk bisa tinggal di Rusunawa, Anda perlu menyewa langsung Rusunawa dari pengembang properti.

Perbedaan antara rumah susun dengan apartemen dan kondominium terlihat dari fasilitas yang ditawarkan oleh pengembang properti. Biasanya, pada rumah susun sudah dilengkapi dengan prasarana dasar seperti sanitasi, drainase, tempat sampah, jaringan jalan, dan air bersih. Sedangkan prasarana umum yang biasa terdapat di rumah susun adalah jaringan telepon, listrik, dan gas.

  1. Apartemen

Setelah Anda mengenal dengan jelas apa itu rumah susun, Rusunami, dan Rusunawa, mari melangkah ke hunian vertikal selanjutnya, apartemen. Berbeda dari rumah susun, karena harga hunian vertikal ini tergolong mahal, maka pemilik apartemen biasanya adalah masyarakat ekonomi menengah ke atas.

Sama seperti sebuah hunian pada umumnya, apartemen memiliki kamar tidur, ruang tamu, kamar mandri, dapur, dan sebagainya dalam satu lantai bangunan bertingkat yang cukup besar dan mewah. Biasanya, setiap apartemen dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pusat kebugaran, toko, kolam renang, dan lainnya. Lengkapnya fasilitas yang ditawarkan ini tak lepas dari harga apartemen.

Apartemen berasal dari bahasa Amerika Serikat yang memiliki arti satuan hunian yang hanya mengambil sebagian kecil ruang dalam gedung. Dalam satu gedung apartemen bisa terdapat puluhan hingga ribuan unit apartemen. Jika Anda pernah ke Britain dan negara persemakmuran, Anda pasti sudah tahu kalau di sana, apartemen lebih dikenal dengan nama flat.

  1. Kondominium

Kondominium merupakan kata serapan dari Inggris, “condominium” yang berasal dari gabungan kata “con” dan “dominium”. Con berarti bersama, sedangkan Dominium berarti pengendalian atau kepemilikan.

Sehingga disimpulkan bahwa Kondominium adalah hak guna bangunan atas sebuah apartemen atau rumah susun. Di kalangan pengembang properti, perbedaan apartemen dan kondominium kerap kali dikaitkan dengan bentuk kepemilikannya.

Sebagai contoh, jika apartemen itu lebih merujuk kepada hunian vertikal yang ditempati seseorang dengan cara disewa, maka kondominium merujuk kepada apartemen yang dimiliki oleh seseorang. Memang, seorang pemilik kondominium tidak memiliki atap, tanah atau pun jalan sendiri.  Akan tetapi mereka bisa melakukan apapun terhadap unit kondominium yang mereka miliki.

Pemilik kondominium bisa bebas menyewakan atau pun menjual unit kondominium yang mereka miliki kepada orang lain. Jika dilihat dari pangsa pasar, kondominium dan apartemen memiliki pangsa pasar yang jauh berbeda. Pengembang properti lebih memilih investasi kondominium karena selain bisa dijual, kondominium juga dapat disewakan.

Sedangkan pangsa pasar apartemen hanya merujuk pada hunian vertikal yang menjulang tinggi (high-rise). Meski demikian, saat ini juga sudah banyak apartemen yang bukan hanya disewakan, tetapi juga dimiliki. Sehingga dikenal dua istilah yaitu apartemen servis dan apartemen sewa.

 

WhatsApp chat