Tips Desain Rooftop Garden

Tips Desain Rooftop Garden – Jika anda tinggal di daerah perkotaan dengan lahan yang terbatas untuk membuat taman. Anda bisa menciptakan taman pada rooftop rumah anda. Ciptakan suasana rumah yang segar di tengah perkotaan yang sangat padat. Dan, berikut akan kami berikan cara mendesainnya. Mari simak bersama!

Apakah rooftop garden itu?

Rooftop garden atau taman atap adalah ruang hijau buatan manusia di level paling atas (biasanya atap atau balkon) dari sebuah bangunan. Taman ini dirancang untuk membudidayakan tanaman, menyediakan ruang bermain, memberi keteduhan dan tempat berlindung, atau sebagai tempat duduk dan area hijau.

Selain manfaat dekoratif, rooftop garden bisa mengembangkan aktivitas bercocok tanam, mengontrol suhu, memberikan manfaat hidrologis, menambah estetika, habitat atau koridor untuk margasatwa, kegiatan rekreasi, dan dalam skala besar memiliki manfaat ekologis. Seni bercocok tanam di rooftop garden kadangkala disebut sebagai rooftop farming (pertanian atap), yang biasanya menggunakan sistem green roof, hidroponik, aeroponik, atau air-dynaponics atau tanaman pot.

Cara membuat rooftop garden sendiri

1.Pertahankan tampilan terbuka

Pemandangan dari rooftop garden adalah aset yang paling berharga, jadi semua elemen desain harus dipertahankan dan dimaksimalkan. Rooftop kecil jika dibiarkan tetap terbuka akan terlihat lebih luas.

Pertimbangkan penggunaan pagar kaca transparan dan bukan dinding parapet; pagar besi, kisi besi, railing, atau bahkan pagar tanaman di sekeliling batas atap. Namun, jika Anda khawatir dengan privasi dan ingin menghalangi pandangan dari luar, hindari tips ini.

2.Menghalangi efek cuaca

Anda bisa menambahkan peneduh seperti kanopi atau payung atau material kreatif lainnya untuk taman Anda. Unit-unit yang berada di koridor berangin pasti akan membutuhkan perlindungan. Windscreen atau berbagai pilihan tanaman tertentu juga dapat berfungsi sebagai penghalang angin.

3.Mempersiapkan media tanam

  • Kapasitas berat: Perhitungkan kapasitas beban struktural maksimum atap yang disarankan untuk atap Anda sebelum mempersiapkan media tanam.
  • Tanah dan pupuk: Pastikan untuk meneliti dan menggunakan jenis tanah dan pupuk yang tepat untuk tanaman yang ingin Anda tanam. Jika Anda menggunakan sistem wadah seperti bak tanaman atau pot, Anda dapat menggunakan berbagai jenis tanah dan pupuk.
  • Drainase: Jika Anda memiliki wadah besar, penting sekali jika bagian bawahnya memiliki ‘kaki’ atau setidaknya celah untuk udara bergerak dan air mengalir keluar dari pot. Deretan pot dengan kain filter juga akan membantu menghentikan partikel tanah merembes keluar melalui lubang drainase.
  • Persediaan air: Pikirkan bagaimana mendapatkan persediaan air, misalnya menggunakan hidran rooftop, tong tadah hujan, sistem irigasi khusus, atau hanya perlu wadah air untuk menyirami tanaman Anda.
  • Paparan sinar matahari: Untuk mengetahui berapa besar paparan sinar matahari, evaluasilah berapa banyak sinar matahari yang akan didapat tanaman Anda di atap. Ini akan membantu Anda menentukan jenis tanaman apa yang cocok untuk rooftop garden Anda.
  • Embusan angin: Daerah yang sangat berangin bisa mengeringkan tanaman atau mematahkan batang sebelum tanaman bisa tumbuh besar. Solusi lain, Anda bisa menambahkan penghalang angin seperti pagar atau dinding.
  • Waterproofing: Anda bisa menambahkan lapisan panel yang digunakan sebagai dasar permukaan perkerasan. Di atas panel permukaan lapisan keras, tambahkan lapisan karet tahan cuaca.

4.Memilih jenis tanaman

  • Memilih jenis tanaman buffer: Jika Anda memiliki atap yang luas atau ingin menangkal efek buruk lingkungan sekitar dan memperoleh privasi di rooftop Anda, menanam bambu dan rumput merupakan kombinasi yang bagus karena memiliki biaya perawatan rendah.
  • Menanam jenis tanaman pot: hindari tanaman berbatang kecil yang rentan terhadap embusan angin. Tanaman yang ideal untuk rooftop garden harus tahan lama dan mampu menangkal angin dan kondisi buruk lingkungan lainnya.
  • Pertimbangkan permainan warna dan jenis tanaman: gunakan perpaduan warna hangat dan dingin secara seimbang untuk mendapatkan tampilan cantik, misalnya memadukan pohon, semak, tanaman berdaun warna, atau tanaman berbunga.
  • Bercocok tanam sayur: pilihlah jenis tanaman rendah seperti: wortel, bit, lobak, tomat, selada, bayam, kacang-kacangan dan polong-polongan, berbagai jenis sayuran lainnya serta beberapa varietas tanaman merambat.

5.Aksen dengan media tanam

Mana yang lebih penting, tanaman atau potnya? Jawabannya, tanaman dan pot sama pentingnya. Yang terpenting adalah bagaimana menciptakan paduan komposisi yang tepat untuk menjadi karya seni yang hidup. Ini berarti mendesainnya sebagai elemen kolom, massa, background dan titik fokus. Inilah elemen dinamis secara visual dalam ruang.

6.Gunakan ruang vertikal

Anda punya areal rooftop garden yang sempit? Jangan khawatir! Manfaatkan ruang vertikal untuk menambahkan lebih banyak ruang untuk desain rooftop garden minimalis Anda. Gantung rak tanaman di dinding, gunakan pagar tanaman dan pergola.

7.Air untuk peredam suara

Penambahan elemen ini bisa berupa kolam dengan air mancur bergaya sederhana, atau gunakan air mancur dinding yang lebih hemat ruang dan biaya. Apa pun elemen air yang Anda gunakan, semuanya dapat berfungsi untuk meredam suara kebisingan selama siang atau malam hari.

8.Jangan lupakan pencahayaan

Di malam hari, taman atap Anda seharusnya sangat terang, terutama di dekat tangga atau pintu, apalagi pencahayaan atap akan membuatnya terlihat lebih lapang saat senja. Ada baiknya menempatkan lebih banyak titik lampu.

9.Bak tanaman bertingkat

Jika area atap Anda mendukung, menciptakan bak tanaman bertingkat yang berdekatan dengan dinding adalah ide bagus.

Anda bisa menambahkan tempat tidur kayu atau yang terbuat dari logam. Jika Anda suka, Anda juga bisa menambahkan tempat tidur beton bertingkat, yang dikelilingi dengan semak-semak tinggi dan pohon kecil.

10.Jangan lebih dari tiga warna

Selalu pilih satu warna sebagai warna aksen dan satu atau dua warna lagi sebagai pelengkap. Menggunakan berbagai warna berbeda untuk dinding, lantai, pagar, furnitur atau bak tanaman akan membuat atap Anda terlihat terlalu ramai. Gunakan warna netral seperti putih, abu-abu, krem, ungu untuk menonjolkan keindahan tanaman.

11.Lantai bagus itu penting

Pilihlah jenis lantai yang sesuai dengan anggaran, iklim tempat Anda tinggal, dan tema rooftop garden Anda.

Selain menggunakan decking kayu, ada sejumlah material lantai ringan yang ada di pasaran dengan berbagai pola, finishing, dan warna yang berbeda.

12.Furnitur: Kenyamanan vs Ukuran

Tentukan terlebih dahulu perabot macam apa yang ingin Anda beli. Apakah Anda ingin bersantai di teras atap atau ingin makan malam di sana? Pilihlah furnitur yang sesuai dengan gaya dan tema rooftop garden Anda.

Upayakan keseimbangan gaya dan fleksibilitas. Furnitur yang menyatu dengan ruangan yang berdekatan membantu memadukan gaya interior dan eksterior. Selain itu, pilihlah furnitur outdoor yang tentunya harus tahan cuaca.

WhatsApp chat