Tips Hadirkan Sirkulasi Udara Untuk Rumah Tingkat

Tips Hadirkan Sirkulasi Udara Untuk Rumah Tingkat

Tips Hadirkan Sirkulasi Udara Untuk Rumah Tingkat – Mempunyai tanah dengan lahan sempit dan ingin dibangun sebuah bangunan rumah tinggal memang sedikti sulit untuk diterapkan. Hal ini bisa diatasi dengan membangun rumah dengan konsep minimalis atau membangun rumah tingkat. Memilih konsep rumah tinggal lantai dua bisa dijadikan sebagai alternatif kedua. Membangun rumah tentu membutuhkan tempat ventilasi atau keluar masuknya udara. Terutama pada rumah tingkat, simak tips berikut supaya rumah tingkat tetap mempunyai sirkulasi udara yang cukup

1. Orientasi Bukaan

Seringkali dalam menempatkan bukaan kita hanya mengejar tampilan fasad dan melupakan efek samping dari adanya bukaan tersebut. Tips memilih orientasi bukaan yang baik adalah menghadap arah selatan dan utara supaya tidak terpapar sinar matahari langsung dan mengikuti arah angin muson yang mengalir utara-selatan. Tetapi apabila bukaan terpaksa ditempatkan ke arah barat dan timur, saya memiliki solusi untuk menangani radiasi matahari yang masuk. Vertical blind (seperti pada gambar) dan horizontal blind (sosoran) dapat menjadi solusi apabila bukaan terpaksa ditempatkan kearah timur maupun barat.

2. Cross Ventilation

Ventilasi silang dilakukan dengan memberikan bukaan pada dua sisi saling berhadapan dengan ukuran bukaan yang tidak sama tujuannya untuk memudahkan masuk dan keluarnya udara. Seperti yang telah dibahas, mengenai pengaruh kelembaban terhadap sirkulasi udara, cross ventilation juga membantu kestabilan kelembaban suatu ruang. Tetapi tidak boleh sembarangan dalam meletakan bukaan dan memilih jendela yang benar supaya radiasi matahari tidak masuk ke d alam ruangan.

3. Vegetasi

Tips yang selanjutnya adalah dengan vegetasi. Bayangan pada pohon dapat membantu menciptakan ruang teduh. Selain itu, pohon juga dapat berfungsi sebagai vertical blind dengan meletakan pohon di depan bukaan dengan menyesuaikan ukuran bukaan sehingga yang terjadi adalah masuknya udara tetapi tidak memasukan radiasi matahari.  Yang saat ini sering di pakai adalah vertical garden karena dapat menecegah radiasi matahari masuk tetapi juga menampilkan kesan alami namun elegan sebagi fasad bangunan. Pada salah satu project kami, rumah tinggal bergaya Bali di Jakarta, dengan luas yang cukup sempit, rumah akan lebih kesusahan dalam pengaturan sirkulasi udara karena minimnya ruang tengah yang luas. Akan tetapi kami memberikan solusi dengan vegetasi di samping rumah dan vertical garden supaya udara di dalam rumah tetap sejuk dan terhindar dari radiasi matahari.

4. Ketinggian Plafon Rumah

Untuk iklim di Indonesia, semakin tinggi plafon maka sirkulasi udara yang terjadi dalam ruangan semakin baik. Idealnya tinggi plafon untuk rumah tinggal adalah 2,8 – 3,2 meter. Rumah tinggal dua lantai lebih disarankan untuk menerapkan void sehingga terjadi pergerakan udara yang baik

5. Bentukan Atap

Bentuk atap juga dapat dimanfaatkan untuk memwujudkan penghawaan pasif di dalam rumah. Bentuk atap limasan atau bentuk atap lain yang memiliki kemiringan cukup besar merupakan ciri khas dari bangunan di iklim tropis untuk menghadirkan penghawaan pasif di dalam hunian. Dengan bentuk atap limasan, maka akan tercipta ruang kosong antara atap dan plafond. Ruang kosong tersebut menjadi tempat terkumpulnya udara-udara panas agar tidak langsung turun ke dalam ruang. Karena udara panas terperangkap, maka ruang yang ada dibawah plafond menjadi lebih dingin. Salah satu project kami rumah tinggal dua lantai di Jakarta memiliki lahan yang sempit namun di dalam rumah, ruangan tidak terasa pengap karena pengaplikasian bentuk atap yang benar yaitu perisai. Terdapat ruang antara atap dengan plafon untuk menyimpan udara panas sehingga ruangan di dalam rumah tidak terkena udara panas.

6. Teras Rumah

Terasan rumah juga dapat memengaruhi penghawaan pasif yang terjadi di dalam ruang. Terasan rumah yang identik dengan bukaan, dapat berpotensi menjadi bukaan bagi ruang-ruang yang ada di dekatnya. Dengan adanya bukaan pada teras tersebut, memungkinkan aliran udara dari luar ruang untuk dapat masuk ke dalam rumah melalui terasan tersebut. Dengan masuknya aliran angin tersebut maka sirkukasi udara dan penghawaan dalam ruang menjadi lebih baik. Seperti salah satu project kami, rumah tinggal satu lantai yang berlokasi di Jakarta ini memiliki teras yang luas pada bagian belakang rumah dengan tujuan agar sirkulasi udara baik dan kebutuhan aktivitas penghuni terpenuhi.

7. Penataan Ruang

Penataan ruang dalam juga berpengaruh terhadap penghawaan pasif dalam ruang. Agar sirkulasi udara di dalam rumah baik, maka rumah harus memiliki ruang luas dan sirkulasi ruang yang tidak berbelok-belok. Dengan penataan ruang dalam rumah yang demikian, maka aliran udara dapat masuk ke seluruh bagian rumah dengan mudah sehingga memaksimalkan penghawaan pasif yang terjadi di rumah tersebut. Salah satu project kami ini berlokasi di Jakarta menjadi contoh yang menarik karena desain living room dengan penataan ruang yang tidak memakan banyak sirkulasi ruang dan tidak ada ruang mati. Penempatan ruang tengah yang luas dengan dua void, mendukung sirkulasi udara bergerak dengan baik di dalam rumah sehingga nyaman bagi pengunjung.

JASA ARSITEK MALANG – KONTRAKTOR JOGJA | JASA BANGUN RUMAH JOGJA | KONTRAKTOR JOGJA | JASA ARSITEK JOGJA | KONTRAKTOR DI JOGJA | JASA GAMBAR 3D JOGJA | JASA DESAIN RUMAH JOGJA | BANGUN RUMAH JOGJA merupakan solusi bagi Anda yang ingin membangun rumah hunian, kost ekslusif, apartemen atau bangunan lainnya. Konsultasi Gratis KLIK DISINI. Hubungi kami di Telp : (0274) 501 7127 | WA : 0878 3475 4624

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *