Tips Mengaduk Semen yang Benar

Tips Mengaduk Semen yang Benar –  Semen merupakan salah satu bahan material paling penting dalam proses konstruksi. Apabila tidak ada semen yang digunakan untuk membangun sebuah rumah maka batu bata yang anda susun di dinding akan semrawut dan berantakan. Anda juga tidak akan melihat tembok anda yang halus dan mulus. Anda juga tidak akan bisa menyusun lantai keramik dengan akurat.

Kemudian, kesalahan dalam melakukan racikan semen juga akan berakibat buruk pada konstruksi bangunan. Anda tentunya sudah pernah melihat tembok yang retak atau bolong-bolong setelah beberapa waktu. Karena perannya yang krusial inilah yang membuat cara mengolah semen yang baik perlu diperhatikan, terutama oleh para pembuat rumah. Berikut ini adalah tips dan cara mengaduk semen dengan baik dan benar agar mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Takaran yang sesuai

Semen yang diperuntukkan untuk acian, beton, dan adukan plesteran memiliki takarannya masing-masing. Setiap jenis konstruksi tersebut memiliki takaran yang idealnya masing-masing. Misalnya saja adalah takaran untuk plesteran adalah 1:2, yaitu 1 untuk takaran semen dan 2 untuk takaran pasir. Apabila menggunakan takaran seperti ini plesteran akan sangat kokoh dan tidak mudah berlubang akibat pengaruh cuaca. Sedangkan untuk adukan beton dan pondasi takarannya adalah 1:3 yaitu 1 untuk takaran semen dan 3 untuk takaran pasir.

Dengan menggunakan metode ini pondasi anda akan lebih kuat, penggunaan pasir yang lebih banyak dibandingkan dengan semen dikarenakan pembangunan pondasi melibatkan batu-batu yang berukuran besar. Jika perbandingan semen dan pasir terlalu sedikit dikhawatirkan pondasi rumah atau bangunan yang dibuat menjadi kurang kokoh. Ada beberapa poin penting lain yang harus anda perhatikan karena tidak hanya masalah takaran saja yang menjadi acuan dalam proses pengadukan semen yang benar.

  1. Penggunaan Air yang berlebihan

Tips dan cara mengaduk semen dengan baik yang kedua adalah penggunaan air yang terlalu berlebihan dalam adonan semen. Ini merupakan sumber masalah kedua yang mengakibatkan semen yang diaduk tidak kokoh. Penggunaan air yang berlebihan akan membuat semen yang anda aduk berongga-rongga. Rongga kosong inilah yang sering menjadi penyebab keretakan dari plesteran, beton atau pondasi. Selain itu dengan terlalu banyaknya air yang dicampurkan kedalam campuran semen dan pasir akan mengakibatkan campurannya menjadi encer.

Campuran semen, pasir atau kerikil yang terlalu encer akan sangat sulit untuk direkatkan (terutama pada saat mengaci dinding), semen bisa berjatuhan ke bawah karena daya rekatnya yang terlalu rendah. Apabila penggunaan air terlalu sedikit juga tidak akan bagus karena campuran semen, pasir dan kerikilnya tidak akan merekat satu sama lain.

Jadi ukuran yang paling tepat adalah dengan menggunakan ukuran Faktor Air Semen (FAS). Komposisi antara air dan semen yang paling ideal adalah 0,4-0,6. Semakin tinggi nilai FASnya maka adukan semen milik anda semakin encer dan sebaliknya jika nilai FASnya semakin rendah maka adukan semen anda semakin liat.

  1. Pencampuran Material yang tidak terlalu bagus

Pada saat melakukan pencampuran material ada satu hal utama yang harus diperhatikan yaitu campur dan ratakan semen, pasir dan kerikil sebelum anda menuangkan air ke dalamnya. Kalau anda memperhatikan dengan seksama jarang sekali ada tukang yang melakukan hal ini. Biasanya mereka mencampur semen, pasir, kerikil beserta air secara berbarengan. Hal ini sebenarnya tidak terlalu bagus. Adukannya menjadi tidak rata. Kalau anda mencampur dan meratakan semen, pasir dan kerikil terlebih dahulu, adukannya akan rata karena belum terkena perekat seperti air. Jadi ketika air dituangkan hanya berfungsi sebagai perekat saja.

WhatsApp chat