Merawat Rumah agar Nyaman untuk Ditinggali

Arsitek Indo Kontraktor Malang – Rumah yang bersih, nyaman, dan terawat tentu betah untuk ditinggali bukan? Nah, untuk menjadikan rumahmu bersih, nyaman, dan terawat serta rapi, kalian harus membersihkan rumah kalian. Disini aku mau ngeshare Merawat Rumah agar Nyaman Ditinggali.

1. Buat jadwal membersihkan rumah secara rutin

rumah besar
(Image: Care)

Untuk merawat rumah secara efektif, sebaiknya kamu memiliki jadwal pembersihan secara rutin. Luangkan waktu satu hari setidaknya dalam 6 bulan sekali untuk membersihkan rumah secara menyeluruh, termasuk bagian garasi dan gudang.

Selain itu, rumah besar tentu memiliki toilet lebih dari satu, dan umumnya ada toilet yang jarang digunakan. Nyalakan air dan flush toilet yang jarang terpakai minimal sebulan sekali untuk mencegah bakteri menempel.

Untuk menjaga rumah rapi dan bersih setiap hari, sering-seringlah membersihkan perabotan rumah. Pastikan juga untuk meletakkan barang di tempat semula usai memakainya.

2. Perhatikan sirkulasi udara

rumah besar
(Image: media.rooang)

Saat mendirikan rumah, perhatikan sistem sirkulasi udara, mulai dari posisi langit-langit, ruang udara di bawah atap, hingga posisi jendela. Optimalkan penggunaan ventilasi agar sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah.

Rumah dengan sirkulasi yang buruk dapat membuat udara pengap dan lembap, sehingga berpotensi memicu pertumbuhan jamur. Ini juga bisa merusak properti yang kamu miliki.

Sirkulasi udara yang buruk juga dapat meningkatkan suhu rumah sehingga menyebabkan material bangunan dan cat dinding menjadi cepat rapuh, kusam, bahkan mengelupas.

3. Segera atasi setiap kerusakan kecil

rumah besar
(Image: 99)

Jangan pernah menganggap sepele setiap kerusakan yang ada. Jika gak cepat diatasi, sekecil apa pun kerusakannya dapat berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih besar bahkan berdampak kepada hal lain.

Misalnya, jika ada kebocoran atau rembesan saat hujan yang tidak diatasi maka akan menyebabkan kayu atau plafon, dinding, hingga perabotan yang terkena tetesan air terus menerus menjadi rusak.

4. Hindari bahan kimia berbahaya

rumah besar
(Image: Pt.Griyabambukuning)

Sebelum membeli perabot atau material rumah, perhatikan kandungan senyawa organik di dalamnya. Salah satu senyawa organik yang perlu diwaspadai adalah VOCs (Volatile Organic Compounds). Senyawa ini mudah menguap dan menyatu dengan udara yang kamu hirup.

Beberapa produk yang bisa mengandung VOCs adalah cat, busa, dan karpet. Pilihlah produk tanpa kandungan VOCs atau dengan kadar yang rendah.

5. Lakukan pengecatan ulang berkala

rumah besar
(Image: rumah)

Segera cat dinding rumah yang telah mengapur. Salah satu cara mengeceknya adalah dengan menyapukan telapak tangan pada permukaan dinding. Jika ada bekas bubuk putih, artinya dinding perlu dicat ulang.

Lakukan pengecatan ulang setelah membuang lapisan cat yang mengelupas atau mengalami pengapuran. Dinding perlu dibersihkan sebelum melakukan pengecatan dari awal.

Sebaiknya lakukan pengecatan pada kondisi dinding kering di pagi atau sore hari saat matahari belum bersinar terlalu terik. Pengecatan pada kondisi matahari terik dapat menyebabkan hasil cat di permukaan dinding (bagian luar) akan mengering terlebih dulu daripada bagian dalam. Hal ini dapat membuat cat mudah retak dan mengelupas.

Bagian ini memang agak merepotkan. Untuk itu kamu bisa meminta bantuan orang lain yang ahli di bidang ini.

6. Cegah kusen pintu dan jendela dari rayap

Kayu merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai furnitur rumah. Di balik semua keunggulan kayu sebagai elemen interior rumah, material berbahan kayu seperti kusen pintu atau jendela bisa jadi sasaran empuk serangan rayap.

Untuk mengatasinya dengan cara yang murah tapi ampuh, kamu bisa menyemprotkan cairan anti rayap pada permukaan kusen atau menaburkan kapur di sekitar kusen.

Kamu juga bisa membuat larutan anti rayap sendiri dengan mencampur oli dan solar dengan perbandingan 3 banding 1. Lalu oleskan larutan ini secara merata ke seluruh permukaan kayu dan diamkan hingga mengering.

7. Singkirkan semua barang yang tak dibutuhkan

Rumah besar identik dengan isi rumah yang banyak. Banyaknya ruang yang tersedia tanpa sadar membuat kita merasa sah-sah saja ‘mengisinya’ dengan berbagai barang. Sediakan waktu khusus untuk menyingkirkan semua barang yang tak lagi digunakan.

Semakin banyak barang atau perabot di rumah, semakin lama dan sulit membersihkannya. Jadi, segera buang barang yang tak diperlukan atau berikan pada orang lain yang membutuhkannya.

 

Pemeliharaan rumah yang dilakukan secara konsisten meskipun setahap demi setahap lebih baik daripada secara menyeluruh tapi hanya beberapa tahun sekali. Semakin jarang membersihkan dan merawat rumah, semakin besar kemungkinan terjadinya kerusakan perabot atau bagian rumah yang tak disadari pemiliknya.

Baik rumah besar maupun kecil, rawatlah rumah dengan baik agar nyaman ditempati dan tahan lama hingga anak cucu nanti.

WhatsApp chat