Warna Monokrom pada Interior Hunian

Warna Monokrom pada Interior Hunian – Penerapan warna pada ruangan akan mempengaruhi suasana pada ruangan itu sendiri serta akan mendatangkan efek psikologis yang positif sehingga akan memberikan kenyamanan, maka dari itu diperlukan untuk memperhatikan pemilihan warna.

Diantara skema warna yang ada, pilihan untuk menghadirkan interior rumah atau apartemen dengan menggunakan jenis warna monokromatik, menjadi alternatif yang banyak dilirik oleh
pemilik hunian. Dengan skema warna monokromatik, interior akan terkesan maskulin dan lebih elegan.

  • Pilihan warna

Dalam menerapkan skema warna ini bukan berarti tidak memperbolehkan hadirnya warna lain. Hanya saja, saat memilih desain monokrom, warna pilihan harus tampak lebih dominan. Sementara itu, warna lainnya berfungsi sebagai warna latar belakang.

Untuk itu, Anda perlu memilih warna terlebih dahulu. Anda bisa memilih tiga warna, satu warna gelap, satu terang, dan warna tengah. Jika Anda belum yakin untuk menerapkan konsep monokrom dalam interior rumah, cobalah menerapkannya ke ruangan paling kecil terlebih dahulu.

Anda bisa menggunakan kamar mandi, karena fungsi ruangan ini cocok untuk skema warna monokrom. Kemudian tempat terbaik adalah ubin. Setelah Anda memilih gaya, padukan dengan skema tiga warna yang telah dipilih sebelumnya. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, Anda tidak perlu memilih warna yang berdekatan dalam palet warna.

  • Pertimbangkan suasana hati

Dalam memilih warna Anda perlu memperhatikan suasana hati. Apakah Anda menginginkan suasana sangai, bersemangat, hangat, atau tenang? Pemilihan suasana pada suatu ruangan dapat membantu Anda menemukan komposisi warna yang tepat.

Untuk kehangatan, gunakan warna-warna tradisional yang hangat, seperti merah muda, jeruk, dan cokelat sebagai dasar untuk ide desain interior monokromatik Anda. Untuk sesuatu yang menenangkan, pilihlah biru, lilac, dan abu-abu untuk ruangan monokromatik. Jika Anda menginginkan warna yang semangat, pilih warna yang tersebar di seluruh bagan warna. Jika menginginkan suasana santai, pilihlah warna-warna yang berada berdekatan dalam pelat warna.

  • Gunakan tekstur

Banyak yang menganggap desain monokrom malah memperlihatkan kebosanan. Jika Anda merasa desain monokrom terasa sedikit sepi, tambahkan tekstur pada ruangan. Untuk kamar tidur misalnya, pertimbangkan untuk menambahkan sandara kepala atau linen bertekstur. Hal ini juga dapat diterapkan di ruangan lain. Anda tinggal menambahkan korden maupun hiasan dinding dengan tekstur yang menarik.

  • Gunakan warna lain sebagai titik fokus

Cara lain untuk menghilangkan kebosanan penggunaan warna monokrom adalah dengan memberikan satu warna sebagai titik fokus. Gunakan warna yang lebih tenag dan lembut untuk ruang yang lebih besar, seperti pada dinding dan furnitur. Lalu terapkan warna yang lebih berani untuk aksen yang lebih kecil seperti aksesori, karya seni, dan karpet.

  • Perhatikan detail

Meski desain monokrom menekankan pada pemakaian beberapa warna saja, namun Anda juga perlu memperhatikan detail yang mampu mengimbangi desain monokromatik. Misalnya, Anda dapat menempatkan jam dinding dengan warna merah atau pegangan lemari dengan warna kontras lain.

  • Sisakan area putih

Terkadang ketika menerapkan konsep monokromatik, warna yang dipilih cenderung terlihat terang dan kontras. Untuk memberikan istirahat pada mata, sisakan area putih di satu sisi.

WhatsApp chat